Indonesia Lahan Proxy War?

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB
Perang proxy atau proxy war, tidak melibatkan para pihak yang berseteru, tetapi menggunakan pihak ketiga. Indonesia bisa jadi lokasinya. (Pixabay/S. Hermann & F. Richter )
Perang proxy atau proxy war, tidak melibatkan para pihak yang berseteru, tetapi menggunakan pihak ketiga. Indonesia bisa jadi lokasinya. (Pixabay/S. Hermann & F. Richter )

Perang proxy atau proxy war, tidak melibatkan para pihak yang berseteru, tetapi menggunakan pihak ketigaIndonesia bisa saja jadi lokasi perang proxy.

Perang adalah aksi fisik dengan melibatkan penggunaan peralatan militer yang melibatkan dua negara atau lebih untuk menguasai wilayah atau menjatuhkan pemerintah negara lain.

Belakangan perang juga berarti tindakan bermusuhan yang bersifat nonfisik dengan tujuan yang kurang lebih sama.

Perang dalam beberapa kasus tidak melibatkan para pihak yang berseteru, tetapi menggunakan pihak ketiga, seperti tentara bayaran organisasi bersenjata atau organisasi sipil yang sengaja dibuat untuk mengacaukan pihak lawan. Cara ini disebut perang proxy atau proxy war.

Perang proxy tak selalu berlangsung di negara yang berseteru, tetapi juga bisa terjadi di mana saja asalkan kepentingan kedua pihak bertemu. Indonesia bisa saja jadi lokasi perang proxy.

Perang proxy dilakukan untuk meminimalisir jumlah korban, disamping menghindari kritik di dalam negeri.

Keterlibatan dalam perang Vietnam menimbulkan protes di dalam negeri AS. Meskipun puluhan ribu tentara AS terlibat langsung dalam perang Teluk satu dan dua, Syria, Afghanistan dan lainnya beberapa belas tahun kemudian. Tapi tentara bayaran ala Blackwater atau Xe Services dan sejenisnya mulai populer mereka menampung para veteran perang. 

Perang untuk memperluas wilayah atau ruang pengaruh berkembang menjadi semakin rumit. Tak diketahui ujung pangkal, pelaku atau sponsor utama.

Situasi makin  kabur lantaran juga berlangsung perang opini dan penerapan taktik-taktik njlimet yang berubah dari waktu ke waktu. Kejelasan akan ditemukan saat perang proxy berakhir yakni kemana negara itu berpaling. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:09 WIB

Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
X