Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

- Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB
China mempunyai perbatasan dengan Myanmar sepanjang 1.500 mil, karena itu mendukung Hlaing cs yang melawan kepentingan Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris. (Wikimedia Commons (CC))
China mempunyai perbatasan dengan Myanmar sepanjang 1.500 mil, karena itu mendukung Hlaing cs yang melawan kepentingan Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris. (Wikimedia Commons (CC))

 

China mempunyai perbatasan dengan Myanmar sepanjang 1.500 mil, karena itu mendukung Hlaing cs yang melawan kepentingan Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris.

Pembangkangan dalam Asean bukan isyu baru. Sekitar sepuluh tahun lalu, Singapura menandatangani persetujuan perdagangan bebas dengan salah satu negara mitra wicara Asean.

Tindakan itu mendahului rencana Asean menandatangani hal yang sama dengan negara dimaksud.

Menlu Hasan Wirayudha bereaksi keras dengan menyatakan, Asean bukan sekedar kerumunan negara-negara yang berlokasi di Asia Tenggara Daratan dan Kepulauan. Sekalipun demikian tak ada sanksi terhadap Singapura.

Asean dipuji sebagai perhimpunan yang mampu bertahan di tengah gejolak regional dan internasional, sejak didirikan pada 8 Agustus 1967. Kemampuan bertahan itu disebabkan sikap Indonesia yang dapat menahan diri sekalipun merupakan negara terbesar ditinjau dari aspek ekonomi, kekuatan militer, kekayaan sumber daya alam serta pengaruhnya pada anggota Gerakan NonBlok dan negara-negara Islam.

Sebagai perhimpunan, Asean bersikap luwes. Hal ini dimanfaatkan oleh negara-negara anggota. Mereka akan ‘jalan sendiri’ bila kepentingan nasional menghendaki kaena tak akan ada sanksi.

Kekompakan Asean menonjol dalam menyelesaikan masalah pendudukan militer Vietnam di Kampuchea. Bahkan Vietnam kemudian menjadi anggota pada 28 Juli 1995.

Kini, Asean diuji dengan sikap junta militer yang menjadi penguasa di Myanmar. Junta melakukan kudeta terhadap pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi Aung San Suu Kyi yang menang dalam pemilihan umum pada 1 Februari 2020. Suu Kyi dan sejumlah anggota partai ditahan sampai sekarang.  

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:09 WIB

Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
X