Misteri Perang Bubat: Kolofon Naskah Pangeran Wangsakerta

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:00 WIB
[Peta Nusantara abad ke-17] Naskah Pangeran Wangsakerta yang menyebutkan Perang Bubat, salah satunya adalah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa 2 Sargah 4.  (Wikimedia Commons)
[Peta Nusantara abad ke-17] Naskah Pangeran Wangsakerta yang menyebutkan Perang Bubat, salah satunya adalah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa 2 Sargah 4. (Wikimedia Commons)

Terkait hasil alihaksara dan terjemahan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa II sarga 2 penulis belum bisa untuk mengaksesnya. Kemudian berdasarkan buku Sundakala halaman 48, naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa II sarga 2 angka tahunnya tidak dapat terbaca dan hanya menggunakan tanda tanya dalam kurung.

Tapi dapat diperkirakan dilihat dari penulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa 2 sarga 1 adalah tahun 1600 saka, dan Parwa 2 sarga 3 adalah 1602 saka, berarti yang Parwa 2 sarga 2 adalah tahun di antara titimangsa kedua naskah Parwa 2 sarga 1 dan Parwa 2 sarga 3.

Baca Juga: Misteri Perang Bubat: Hanya Bersumber pada Naskah Terbatas

Dari pemaparan di atas maka kolofon naskah-naskah Pangeran Wangsakerta selesai ditulis antara tahun  1600 saka (1678 M) - 1602 saka (1680 M).

Jadi jika digabungkan dengan naskah-naskah yang pada tulisan-tulisan sebelumnya telah penulis bahas, maka alur kesinambungan catatan naskah terkait peristiwa di Bubat dari yang tertua hingga yang termuda adalah sebagai berikut:

  1. Naskah Carita Parahyangan (diperkirakan abad ke-16 M).
  2. Naskah Pararaton (selesai ditulis pada tahun 1613 M)
  3. Naskah-naskah Pangeran Wangsakerta (selesai ditulis 1678-1680 M)
  4. Kidung Sundayana (selesai ditulis tahun 1853 Masehi)
  5. Naskah Kidung Sunda (selesai ditulis tahun 1800 Saka atau 1878 Masehi)
  6. Tatwa Sunda (selesai ditulis setelah 1878 M)

Itulah informasi yang dapat penulis kumpulkan terkait kolofon naskah-naskah Pangeran Wangsakerta dan posisi tahun di kolofonnya jika disatukan dengan naskah-naskah yang lainnya.

Untuk tulisan selanjutnya akan penulis bahas terkait prasasti dari Jawa Timur yang menginformasikan adanya konflik dengan Kerajaan Sunda.

Bersambung... [*]

Baca Juga: Misteri Perang Bubat: Bujangga Manik Ngalalar ka Bubat

 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Ngaku Bestie Kalau Masih Suka Nyinyir

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:01 WIB

Berpikir Kritis Bisa Cegah Investasi Bodong

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:52 WIB

Manfaat Perdagangan Ekspor untuk Perekonomian

Senin, 24 Januari 2022 | 15:07 WIB

Mempelajari Karakter Orang Melalui Kebiasaannya

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB
X