Misteri Perang Bubat: Kolofon Naskah Pangeran Wangsakerta

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:00 WIB
[Peta Nusantara abad ke-17] Naskah Pangeran Wangsakerta yang menyebutkan Perang Bubat, salah satunya adalah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa 2 Sargah 4.  (Wikimedia Commons)
[Peta Nusantara abad ke-17] Naskah Pangeran Wangsakerta yang menyebutkan Perang Bubat, salah satunya adalah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa 2 Sargah 4. (Wikimedia Commons)

Perang Bubat disebutkan dalam salah satu naskah Pangeran Wangsakerta, yakni dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa 2 Sargah 4. 

Pada tulisan sebelumnya saya mengatakan memiliki satu utang lagi yaitu informasi prasasti (cek di sini).

Tapi ternyata saya lupa, masih ada utang yang lain, yang harus diinformasikan, yaitu kolofon naskah-naskah Pangeran Wangsakerta.

Jadi di sini penulis akan terlebih dahulu membahas kolofon naskah-naskah Pangeran Wangsakerta agar berkesinambungan. Untuk prasasti sendiri, akan penulis sajikan di tulisan terpisah.

Naskah Pangeran Wangsakerta yang menyebutkan Perang Bubat, salah satunya adalah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa 2 Sargah 4. Naskah tersebut telah dialihaksarakan dan diterjemahkan oleh Ayatrohaedi dan Atja yang tersaji di dalam buku yang berjudul Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa 2 Sargah 4 yang diterbitkan oleh Depdikbud Jakarta tahun 1991. Pada halaman 39 buku tersebut dijelaskan kondisi fisik naskah tersebut yaitu umur kertas dan kolofon tidak sesuai.

Pada kolofon tertera 1620 Saka (1698 Masehi) sementara usia kertas tidak lebih dari 100 tahun, yang kemudian memberikan kemungkinan untuk menyebut naskah tersebut adalah naskah salinan. Untuk kolofonnya sendiri ada pada halaman 142 buku tersebut yaitu berbunyi:

telas sinusun mwang sinerat ing carbon ri

sakakala // dwi suddha rasa tunggal

ing ekadasa kresnapaksa / margasira

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB
X