Refleksi Hari Santri: Tanamkan Nilai-Nilai Toleransi Dalam Jiwa

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:55 WIB
[Ilustrasi mengaji] Pesantren adalah Lembaga yang tak hanya menempa santri dengan berbagai disiplin ilmu, tetapi juga pendidikan moral yang saat ini. (Ayobandung.com/Fuad Mutashim)
[Ilustrasi mengaji] Pesantren adalah Lembaga yang tak hanya menempa santri dengan berbagai disiplin ilmu, tetapi juga pendidikan moral yang saat ini. (Ayobandung.com/Fuad Mutashim)

Bahkan, di pesantren-pesantren modern seperti Pondok Pesantren Darussalam Gontor (Ponorogo), Al-Amin Prenduan (Sumenep), Mathlabul Ulum Jambu (Sumenep), pemilihan Lurah Santri ini sudah layaknya seperti pemilihan presiden. Ada pencalonan, debat kandidat, kampanye, dan terakhir pencoblosan atau pemilihan secara langsung yang melibatkan para santri.

Pendidikan Toleransi

Selain kegiatan-kegiatan yang sifatnya formal, di pesantren juga diajarkan bagaimana menghargai perbedaan dan keberagaman. Di pesantren, santri diajarkan tentang kebersamaan. Kegiatan yang sifatnya berjamaah (salat, organisasi, muhadharah, dll) secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai kebersamaan.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa, nilai-nilai toleransi sebenarnya sudah melekat dalam jiwa para santri. Kuatnya nilai toleransi dalam jiwa santri ini disampaikan Zainut Tauhid Sa'adi kepada awak media sesaat sebelum dimulainya gelaran Santriversary dan Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2020 di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama.

Menurutnya, nilai-nilai toleransi sudah melekat dalam jiwa para santri. Karena nilai toleransi, kebersamaan sudah terbangun di pondok-pondok pesantren lewat kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara berjamaah seperti dalam acara diskusi, kepramukaan, atau kegiatan-kegiatan organisasi.

KH Zainut Tauhid Sa'adi menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Agama senantiasa terus berupaya memberikan semangat dan memberikan ruh perjuangan santri serta ruh santri sebagai agen perubahan. 

 

Peringatan hari santri di tengah pandemi Covid-19 memiliki makna sangat dalam. Artinya, bagaimana kita memaknai kehidupan ini tapi tidak boleh menyerah. Santri Sehat  Indonesia Kuat cukup membuat kita optimistis bahwa dengan keberadaan santri cukup membuat bangsa ini terjaga dengan baik.

Santri juga dididik untuk tidak egois. Harus bisa peduli dengan lingkungan sekitar. Juga diajarkan untuk menghargai perbedaan dan pendapat orang lain. Hal ini yang diterapkan oleh mendiang KH. Maimoen Zubair. Kiai yang akrab disapa Mbah Moen ini kerap mendidik santrinya untuk berijtihad dalam kerangka persatuan.

Menurutnya, ijtihad antara satu ulama dengan ulama lain jangan sampai mengakibatkan perselisihan dan perpecahan. Sebaliknya, justru harus semakin merekatkan hubungan satu dengan yang lain. Masing-masing menghargai pendapat yang didasarkan hujjah yang kuat dan benar (KH. Maimoen Zubair, 2021).

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X