Refleksi Hari Santri: Tanamkan Nilai-Nilai Toleransi Dalam Jiwa

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:55 WIB
[Ilustrasi mengaji] Pesantren adalah Lembaga yang tak hanya menempa santri dengan berbagai disiplin ilmu, tetapi juga pendidikan moral yang saat ini. (Ayobandung.com/Fuad Mutashim)
[Ilustrasi mengaji] Pesantren adalah Lembaga yang tak hanya menempa santri dengan berbagai disiplin ilmu, tetapi juga pendidikan moral yang saat ini. (Ayobandung.com/Fuad Mutashim)

Apa yang Santri Pelajari di Pesantren?

Ada banyak kegiatan di pesantren yang membuat para santri di dalamnya tidak sepi kegiatan. Berbagai aktivitas yang menambah pengetahuan telah disiapkan agar santri kelak bisa menjadi tokoh atau bagian penting ketika terjun ke masyarakat.

Dengan pelbagai ilmu yang dimiliki, santri tidak akan gagap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di masyarakat dengan perbagai persoalan yang kompleks.

Kegiatan santri yang paling utama adalah belajar, terutama belajar ilmu agama. Dari mulai pagi, setelah salat subuh sampai malam hari, santri akan terus dibekali dengan materi-materi ilmu agama. Ini biasanya yang lazim berlaku di pesantren salafi, yang lebih dominan dengan kegiatan-kegiatan mengaji kitab kuning. Sementara di pesantren modern, selain kegiatan mengaji kitab, pada siang hari mereka belajar formal sebagaimana di sekolah-sekolah umum.

Kegiatan yang tak lepas dari rutinitas santri sehari-hari adalah salat berjamaah dan tadarus Alquran. Dua kegiatan ini sudah menjadi rutinitas yang wajib dijalani. Santri senantiasa berjamaah saat melaksanakan salat lima waktu.

Demikian juga dengan tadarus Alquran. Tiap selesai salat wajib atau sebelum mengaji kitab, semua santri selalu membaca Alquran.

Untuk memotivasi semangat membaca Alquran, kadang-kadang santri saling berlomba untuk cepat selesai (khatam) Alquran. Tujuannya bukan untuk menentukan siapa yang menang atau kalah, apalagi agar dapat hadiah. Ini hanya salah satu cara yang sering dilakukan untuk memotivasi kegiatan tadarus Alquran.

Belajar Organisasi

Sebagaimana Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang lazim ada di sekolah-sekolah umum, di pesantren juga dikenalkan kegiatan organisasi yang bisa menjadi bekal santri dalam kegiatan berorganisasi ketika sudah berada di tengah masyarakat.

Tiap pesantren lazim mempunyai organisasi. Sebuah organisasi santri, biasanya dipimpin oleh seorang Rois atau Lurah Santri. Lurah Santri ini, bisa dipilih secara aklamasi, voting atau bahkan demokratis.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerbau di Cicalengka Tahun 1880-1900

Minggu, 3 Juli 2022 | 19:36 WIB

Menengok Alasan Seseorang Tetap Melajang

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:53 WIB

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB
X