Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
Upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan oleh Pemda Jawa barat. Adanya pandemi bedampak besar terhadap perekonomian masyarakat. (Pixabay/Gino Crescoli )
Upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan oleh Pemda Jawa barat. Adanya pandemi bedampak besar terhadap perekonomian masyarakat. (Pixabay/Gino Crescoli )

Upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan oleh Pemda Jawa barat. Adanya pandemi yang masih berlangsung diakui bedampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

Sementara itu, pemerintah mengeklaim bahwa perekonomian Jabar akan segera pulih, khususnya di wilayah Kota Bandung.

Seperti yang diungkap  Wali Kota Bandung Oded M Danial yang menyebutkan bahwa Kota Bandung memiliki peluang lebih besar untuk bisa cepat bangkit dari pandemi Covid-19 dengan pemulihan ekonomi.

Karena Bandung merupakan pionir smart city tentu dapat lebih mudah mengadopsi kemajuan teknologi digital.(antara.com)

Selain itu, beliau pun berharap pada sektor usaha UMKM untuk memulihkan ekonomi.

"Kita juga harus memberikan kesempatan pada sektor UMKM yang sudah terbukti krisis ke krisis selalu menjadi penyelamat ekonomi kota. Oleh karena sifatnya yang riil dapat dirasakan masyarakat,” kata Oded.

Namun demikian, kebijakan penyelenggara kegiatan ekonomi harus didukung oleh kebijakan tata ruang, infrastruktur, keamanan lokasi, penanaman modal, ketenagakerjaan, pajak daerah dan retribusi.

Mencermati hal tersebut, maka Jika tujuan pemulihan ekonomi adalah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat maka upaya apapun patut dicoba. Karena masyarakat saat ini memang dalam keadaan yang sulit terutama dalam sektor ekonomi. Pemenuhan kebutuhan dasar terasa menjadi beban yang berat. Disisi lain kesempatan kerja pun kian sempit.

Namun, yang menjadi soal adalah upaya pemulihan ekonomi dengan kiblat kapitalisme yang dilakukan di negeri ini termasuk wilayah Jabar sepertinya hanyalah mimpi semata. Mengutip pernyataan yang diungkap oleh Prof. Dr Asad Zaman yang pernah menjabat sebagai Direktur ISEFID (Islamic Economic Forum for Indonesian), yang menjelaskan bahwa development sistem ekonomi yang dibangun oleh Barat saat ini telah gagal menciptakan keadilan dan pemerataan ekonomi dunia. Meski kemajuan teknologi berkembang pesat.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB
X