Misteri Perang Bubat: Kolofon Naskah Kidung Sunda, Kidung Sundayana, Pararaton & Tatwa Sunda

- Senin, 11 Oktober 2021 | 08:18 WIB
[Peta lawas Pulau Jawa] Pembahasan misteri Perang Bubat kali ini akan dijadi dari kolofon naskah Kidung Sunda, Kidung Sundayana, Pararaton, dan Tatwa Sunda. (Wikimedia Commons)
[Peta lawas Pulau Jawa] Pembahasan misteri Perang Bubat kali ini akan dijadi dari kolofon naskah Kidung Sunda, Kidung Sundayana, Pararaton, dan Tatwa Sunda. (Wikimedia Commons)

Pembahasan misteri Perang Bubat kali ini akan dijadi dari kolofon naskah Kidung Sunda, Kidung Sundayana, Pararaton, dan Tatwa Sunda.

Pada tulisan pertama telah diungkap terkait latar belakang penulis menggali informasi terkait peristiwa di Bubat ini (cek di sini).

Kemudian pada tulisan yang ke-dua penulis telah mendata naskah-naskah apa saja yang mengandung informasi terkait Pasunda-Bubat (cek di sini).

Untuk kali ini penulis akan membahas mengenai kolofon empat (Kidung Sunda, Kidung Sundayana, Pararaton & Tatwa Sunda) dari lima naskah yang mengandung informasi peristiwa di Bubat yang informasi naskah tersebut ada di dalam makalah Dr. Hasan Djafar yang berjudul Perang Bubat (Pasuṇḍa-Bubat) Sumber dan Permasalahan di Sekitarnya.

Untuk satu naskah lainnya yaitu Carita Parahyangan akan disajikan di tulisan terpisah dikarenakan data-data hasil kajiannya yang lumayan banyak.

Untuk mendapatkan informasi terkait kolofon ke-empat naskah tersebut maka penulis kemudian menelusuri hasil-hasil penelitian, penyuntingan dan alih aksara yang telah dilakukan oleh para peneliti naskah-naskah tersebut. Setelah didapatkan maka hasilnya adalah sebagai berikut di bawah ini.

Baca Juga: Misteri Perang Bubat: Hanya Bersumber pada Naskah Terbatas

1. Kidung Sunda

Buku yang pertama yang mengandung hasil penelitian dan penyuntingan naskah Kidung Sunda adalah buku jurnal Bijdragen Tot de Taal-, Land- en Volkenkunde Deel 83 yang terbit di 's-Gravenhage oleh penerbit Martinus Nijhoff pada tahun 1927. Orang yang menggarapnya yaitu C.C. Berg dan hasil penelitiannya ada di dalam bab pertama buku jurnal itu, bab-bab selanjutnya adalah penulis-penulis lain yang semuanya, termasuk tulisan Berg, ada 12 bab dengan pembahasan bervariasi. Total isi buku tersebut selain dari daftar isi dan yang lainnya adalah total 592 halaman.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pendidikan Islam Melahirkan SDM Unggul dan Berkualitas

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:24 WIB

Stereotip Kesetaraan Gender Perempuan

Senin, 6 Desember 2021 | 12:43 WIB

Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:09 WIB

Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
X