Sherlock Holmes Hindia Belanda, Beraksi di Tjimahi Tempo Doeloe

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:35 WIB
Alun-alun Cimahi Tempo Doeloe. Sherlock Holmes versi Hindia Belanda pernah beraksi membongkar kasus pembunuhan sulit di Tjimahi Tempo Doeloe, tepatnya di Dessa Tjpageran. (KITLV No. 1405852)
Alun-alun Cimahi Tempo Doeloe. Sherlock Holmes versi Hindia Belanda pernah beraksi membongkar kasus pembunuhan sulit di Tjimahi Tempo Doeloe, tepatnya di Dessa Tjpageran. (KITLV No. 1405852)

Sherlock Holmes versi Hindia Belanda pernah beraksi membongkar kasus pembunuhan yang sulit diselidiki, di Tjimahi Tempo Doeloe, tepatnya di Dessa Tjpageran.

Sherlock Holmes merupakan tokoh fiktif hasil imajinasi dari Sir Arthur Conan Doyle yang merupakan novelis sekaligus cerpenis asal Skotlandia.

Di dalam novel-novel ataupun cerpen karya Sang Penulis, Sherlock Holmes digambarkan sebagai seorang detektif bertopi depan belakang yang gemar merokok tembakau di cangklongnya.

Ia senantiasa berhasil membongkar berbagai macam kasus yang sulit dipecahkan, tentunya termasuk kasus pembunuhan, bersama seorang partner yaitu Dr. Watson.

Usut punya usut, ternyata aksi detektif yang berhasil membongkar kasus pembunuhan yang sulit semacam itu dapat kita temukan di Tjimahi Tempo Doeloe, tepatnya di Kampoeng Angaradja, Dessa Tjpageran, pada zaman kolonial Hindia Belanda.

Sebelum penulis sajikan hal itu, agar pembaca dapat mengikuti tulisan ini dengan baik, maka tulisan ini akan dibagi empat bagian.

Bagian pertama adalah ulasan terkait Kampung Angaraja itu sendiri. Kemudian diikuti oleh kabar pembunuhan di koran Preangerbode edisi Sabtu 22 September 1917. Yang ke-tiga adalah kabar kemajuan kasus pada koran Preangerbode edisi Senin 1 Oktober 1917. Kemudian yang terakhir adalah kesimpulan.

Kampung Angaraja

Sebelum masuk ke berita pembunuhan maka ada baiknya kita bahas sedikit mengenai Kampung Angaraja. Disebut Angaraja karena di sana ada sebuah bukit kecil yang diyakini masyarakat secara turun temurun merupakan makam dari tokoh masyarakat masa lalu yang bernama Raden Angaraja atau ada yang menyebut juga Raden Anggadireja.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB

Tetap Bersaudara Meskipun Beda Agama

Minggu, 9 Januari 2022 | 10:27 WIB

Efek Film Layangan Putus untuk Emak-Emak

Jumat, 7 Januari 2022 | 08:52 WIB

Geowisata sebagai Jalan Lain untuk Penguatan Jiwa

Kamis, 6 Januari 2022 | 19:23 WIB
X