Sanghyang Heuleut, Danau Pemandian Bidadari

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 15:25 WIB
Sanghyang Heuleut, menurut sejarah, terbentuk dari letusan gunung Sunda. Mitosnya, danau ini pernah jadi tempat para bidadari untuk mandi. (Dok. Pribadi)
Sanghyang Heuleut, menurut sejarah, terbentuk dari letusan gunung Sunda. Mitosnya, danau ini pernah jadi tempat para bidadari untuk mandi. (Dok. Pribadi)

Dari sini, Anda masih perlu melakukan hiking sekitar 1.5 jam dengan track menurun. Track yang dilalui sebelas-dua belas dengan track jika Anda sedang mendaki gunung. Bukan perjalanan yang mudah karena track-nya lumayan terjal, sempit, dan penuh batu.

Hiking ini juga sangat menguras tenaga. Namun, ada alternatif jika Anda tidak mau sepenuhnya menyusuri track ini, yaitu dengan menyewa ojek dengan tarif Rp40.000,00. Tarifnya cukup mahal bagi sebagian orang, tetapi cukup worth it untuk menghindari lelah. Tentunya tidak sepenuhnya jalur ini bisa dilalui oleh motor, mengingat track yang lumayan terjal dan penuh batu.

Jalur yang kedua biasa dilalui oleh motor karena jalur ini tersembunyi dan kecil. Akan tetapi, setelah sampai di parkiran, untuk menempuh perjalanan ke lokasi danau melalui jalur ini jauh lebih mudah dan waktu tempuhnya cenderung lebih cepat. Track-nya tergolong landai dan lebar. Selain itu, mata pun dimanjakan oleh pemandangan aliran sungai di sepanjang track serta goa di sekitarnya. Goanya pun tak kalah cantik. Dengan track ini, Anda dapat lebih menikmati perjalanan dan tidak perlu terburu-buru.

Pertama kali sampai di Sanghyang Heuleut, Anda pasti tercengang akan keindahan alamnya. Benar-benar definisi alam autentik tanpa sentuhan dan ubahan tangan manusia. Pepohonan rindang dan bebatuan berkombinasi menjadi satu kesatuan bahari. Membayar segala kelelahan dalam perjalanan.

Setelah mengganti baju di bilik ganti tanpa atap dan hanya dibalut oleh terpal, Anda bisa langsung menuju danau. Lokasi bilik ganti ke danau cukup dekat, Anda akan melalui beberapa spot cantik yang ada. Terdapat sebuah batu yang cukup besar dengan pepohonan layaknya hutan di belakangnya. Jika Anda tertarik, Anda dapat mengambil foto dengan duduk di atas batu dan bergaya seperti sedang bersemedi. Fotonya akan terlihat menarik karena pemilihan sudut yang pas.

Dengan beberapa langkah lagi, mulailah Anda akan lebih terkesima ketika memandang danau ini dengan mata telanjang. Danau ini cukup luas. Dari ujung hingga ujung lagi, tak ada satu pun spot yang mengecewakan. Air danau yang hijau dan jernih juga tebing-tebing tinggi, yang dipakai wisatawan untuk meloncat ke danau, sungguh tak ada duanya.

Di sana telah disediakan penyewaan pelampung seharga Rp10.000,00 untuk satu pelampungnya. Apabila Anda bukan perenang andal, disarankan untuk memakai pelampung karena danau tersebut berkedalaman sekitar 3 meter. Selain itu, datanglah saat musim kemarau agar warna air jernih. Jika Anda datang saat musim hujan, airnya akan berubah menjadi cokelat dan keindahannya sudah pasti akan berkurang.

Danau Sanghyang Heuleut ini sebelumnya merupakan tempat yang amat jarang dikunjungi orang. Namun, akhir-akhir ini keberadaan Sanghyang Heuleut mulai terekspos di media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Jadi, tidak heran apabila saat Anda berkunjung, wisata alam ini tidaklah sepi. Meskipun tidak dapat nyemplung dengan menggunakan masker, tetap jaga jarak dengan orang di sekitar Anda agar mengurangi kemungkinan terdampak virus. Namun, Anda jangan khawatir karena lokasinya cukup luas untuk menjaga jarak dengan orang sekitar.

Anda dapat berenang, meloncat, atau hanya sekadar berendam menikmati bentang alam dan udara segarnya. Jika Anda datang pada siang hari, mungkin akan terasa sinar matahari yang menyengat. Maka dari itu, jangan lupa memakai sunscreen agar kulit Anda terjaga.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cuan Mata Uang Kripto untuk Siapa?

Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Mendesak Perlunya Tim Ahli Toponimi di Daerah

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB
X