Nikah Siri dan Gunjingan Julid Warganet

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:05 WIB
[Mawar sebagai simbol cinta dan pernikahan] Nikah siri di kalangan selebritis bukan hal baru. Tetapi, keputusan mereka jadi santapan rutin dan bahan gunjingan julid warganet. (Pixabay/anncapictures)
[Mawar sebagai simbol cinta dan pernikahan] Nikah siri di kalangan selebritis bukan hal baru. Tetapi, keputusan mereka jadi santapan rutin dan bahan gunjingan julid warganet. (Pixabay/anncapictures)

Nikah siri di kalangan selebritis sebenarnya bukan hal baru. Tetapi, keputusan mereka jadi santapan rutin dan bahan gunjingan julid warganet.

Banyak selebritis di Tanah Air lazim menikah siri karena alasan terikat kontrak kerja.

Namun, belakangan ini, isu seputar nikah siri kembali mencuat dan menjadi bahan perbincangan warganet di berbagai media sosial. Hal ini setelah pasangan selebritis Lesti Kejora dan Rizky Billar mengumumkan bahwa mereka sudah menikah siri sebelum menikah secara hukum di Kantor Urusan Agama (KUA).

Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam angkat bicara. Menurutnya, nikah siri, dalam pengertian nikah yang dilaksanakan dengan terpenuhi syarat dan rukun pernikahan, tetapi belum dicatatkan secara administratif di petugas pencatatan nikah, hukumnya sah secara syari. Niam mengatakan, kewajiban suami-istri pun sudah berlaku setelah nikah siri tersebut. Namun, pernikahan harus didaftarkan secara administratif untuk kemaslahatan (detik.com, 30/9/2021).

Di Indonesia aturan seputar pernikahan diatur oleh UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UUP). Menurut Pasal 2 ayat (1) UUP menjelaskan bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Hal ini berarti Negara tidak menentang adanya nikah siri.

Selanjutnya pada Pasal 2 ayat (2) UUP menyebutkan adanya kewajiban untuk tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pernikahan siri menjadi tidak sah karena tidak tercatat di KUA bagi yang beragama Islam. 

Pernikahan adalah momen penting dalam kehidupan manusia. Banyak orang mengidamkan pernikahan bahagia dalam hidupnya. Karena itu, mereka terus berusaha untuk mendapatkan jodoh terbaik dengan berbagai cara seperti taaruf atau mengenal lebih dekat seseorang yang akan dipinangnya. Karena menikah adalah sunah Rasul, maka banyak orang yang berusaha untuk mendapatkannya dengan sekuat tenaga.

Selain sunah Rasul, menikah adalah ibadah. Dalam bukunya Baper: Bawa Pernikahan (Quanta, 2017), Nasrullah Nurdin menyatakan, pernikahan (membangun rumah tangga) adalah sebuah ibadah. Pernikahan merupakan sesuatu yang dipandang urgen dalam agama Islam. Nikah dalam referensi kitab fikih Ghayatul Bayan Syarah Matan Zubad ibn Ruslan, dimaknai sebagai bentuk akad atau ikatan lahir dan batin untuk hidup bersama dan berkumpul menjadi satu. Karenanya, pernikahan harus dibangun dan diawali dari niat yang baik, tulus, dan benar karena Allah Swt.

Hakikat Walimah

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerbau di Cicalengka Tahun 1880-1900

Minggu, 3 Juli 2022 | 19:36 WIB

Menengok Alasan Seseorang Tetap Melajang

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:53 WIB

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB
X