Remaja adalah Harapan Bangsa, Didiklah dengan Buku Edukatif

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 14:42 WIB
Ilustrasi menyerap isi buku bacaan.  (Pixabay)
Ilustrasi menyerap isi buku bacaan. (Pixabay)

Lewat buku-buku edukatif yang bermuatan kearifan lokal, remaja akan lebih mengenal pahlawan nasional, lagu-lagu daerah, dan sisi baik lainnya.

Dunia penerbitan pernah dibuat heboh dengan terbitnya komik kontroversial yang dianggap kurang mendidik dan tidak relevan dengan budaya ketimuran yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

Komik Korea yang mengandung unsur propaganda Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) itu sempat meresahkan beberapa tokoh dan kalangan, sehingga buku itu ditarik dari pasaran.

Kejadian ini merupakan satu di antara banyak permasalahan dalam dunia penerbitan di Tanah Air. Buku dengan konten yang “kurang mendidik” sepertinya masih banyak diterbitkan, sehingga tak jarang kehadiran buku jenis itu bukan menjadi informasi, tetapi menjadi sesuatu yang “kurang bermanfaat”.

Ini setidaknya menjadi perhatian khusus bagi para pelaku penerbitan, yaitu penulis dan penerbit. Sudah saatnya penerbit lebih selektif memilih naskah sebelum menerbitkannya dalam bentuk buku.

Konten yang sekiranya “membahayakan” agar tidak diterbitkan, sehingga tidak menimbulkan banyak keresahan.

Buku adalah salah satu media penyampai informasi yang keberadaannya masih sangat dibutuhkan. Meskipun sudah marak buku-buku yang bisa diakses lewat media digital (e-book), keberadaan buku (cetak) masih dicari. Sehingga, banyak penerbit yang terus menerbitkan buku dengan beragam tema yang dibutuhkan masyarakat.

Bagi penulis buku, kejadian seperti ini seharusnya bisa menjadi perhatian agar lebih teliti dalam menulis. Memilih tema yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pembaca adalah salah satu cara efektif agar buku yang diterbitkan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Bukan semata-mata mengejar materi dari royalti. Penulis juga perlu memperhatikan manfaat dan mudarat yang akan ditimbulkan dari buku yang diterbitkan.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB

Para Pejabat Cicalengka Tahun 1871-1923

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:02 WIB
X