Alasan Wajib Bangga Menjadi Orang Bandung

- Kamis, 23 September 2021 | 18:27 WIB
Suasan malam di pinggiran Jalan Braga, Kota Bandung. (Pixabay/Bin_Suyardi )
Suasan malam di pinggiran Jalan Braga, Kota Bandung. (Pixabay/Bin_Suyardi )

Menjadi orang Bandung tentu menjadi anugerah yang tiada terkira. Diakui atau tidak, dengan segala romantikanya telah memberikan nilai yang tak terhingga.

Tinggal di kota ini tentu saja dengan kisah yang telah dilewati banyak kenangan yang tak bisa dilewatkan. Indah dan sungguh  menyenangkan hati. Tak salah jika penulis harus mengatakan jika saya bangga menjadi orang Bandung

Benar saja hiruk pikuk Kota Bandung berkurang dengan adanya wabah pandemik ini. Tetapi keindahan dan pesona kota nyaris tetap terjaga dan masih menjadi primadona bagi siapa saja yang ingin mengunjunginya.

Terbukti animo orang luar Bandung yang ingin berkunjung masih terlihat tinggi walau terjadi pemberlakukan pembatasan di mana-mana. Ini menjadi bukti jika Kota Bandung tetap selalu ada di hati siapapun.

Beberapa waktu lalu, penulis sempat mengunjungi beberapa tempat di kota ini sebut kawasan Braga, Tamansari, Dago, Cicadas, Tegallega, Inhoftank, Astanaanyar, Pasteur, Pandu dan Cihampelas ternyata terasa ada kerinduan setelah sekian lama menahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Mampu mengunjungi tempat-tempat tersebut menjadikan penulis semakin yakin jika kota ini memang indah dan menyenangkan.

Memang Kota Bandung dengan segala problematikanya seperti sampah, kemiskinan, beberapa tempat kumuh, problematika sosial serta masalah lainnya yang masih menyergap dan mesti dicari jalan keluarnya. Namun hal tersebut tak menjadikan sebagian warga kota ini merasakan semua itu. Memang beban hidup setelah adanya wabah pandemi ini tak bisa terelakan.

Tetapi pada realitanya warga kota ini dengan segala apa yang dialaminya tak menimbulkan gejolak sosial yang berlebihan.

Hampir dua tahun lamanya wabah pandemi terjadi di kota ini dan di seluruh Indonesia yang menimbulkan dampak yang begitu terasa dalam segala hal. Akan tetapi hal tersebut tak menjadikan orang-orang Bandung berhenti untuk bisa bertahan hidup.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X