Meragukan Keampuhan Strategi Joe Biden

- Kamis, 23 September 2021 | 16:47 WIB
[Ilustrasi Joe Biden] Kesalahan sasaran Hellfire melemahkan keampuhan Strategi Di Atas Cakrawala (Over The Horizon Strategy) yang dibanggakan Presiden Joe Biden.  (Pixabay/Victoria_Borodinova)
[Ilustrasi Joe Biden] Kesalahan sasaran Hellfire melemahkan keampuhan Strategi Di Atas Cakrawala (Over The Horizon Strategy) yang dibanggakan Presiden Joe Biden. (Pixabay/Victoria_Borodinova)

Kesalahan sasaran Hellfire melemahkan keampuhan Strategi Di Atas Cakrawala (Over The Horizon Strategy) yang dibanggakan Presiden Joe Biden

Setelah menarik diri dari Afghanistan, Amerika Serikat memperingatkan pemerintah agar tidak membuat Afghanistan sebagai tempat persembunyian ISIS dan Al Qaeda.

AS akan menghancurkan tempat persembunyian itu dengan menerapkan strategi ... Di Atas Cakrawala.

Pesawat tempur, helikopter, drone dan peluru kendali menjadi andalan strategi itu. AS tidak lagi menggunakan pasukan darat untuk menghancurkan sasaran sebab tentaranya sudah ditarik.

Ketiadaan tentara ternyata menjadi pangkal bencana. Lantaran informasi yang tidak akurat menyebabkan rudal Hellfire mengenai sasaran yang salah. Sepuluh orang dan tujuh diantaranya, anak-anak tewas.

Nama lengkap rudal itu adalah AGM-114 Hellfire buatan Lockheed Martin. Ia diluncurkan dari sebuah drone yang diberi nama Predator.

Predator mampu terbang hingga ketinggian jelajah 25 ribu kaki. Berdasarkan pengarahan operator di darat, Predator dapat menembak sasaran sejauh 8.000 meter dengan tepat atau pinpoint.

Hellfire ini tidak langsung menghujam sasaran tetapi meledak seratus meter dari sasaran tersebut. Dengan demikian yang radius yang disasar lebih luas dan lebih banyak korban baik kendaraan maupun manusia. Bayangkan, bila tank saja hancur apalagi manusia.

Korban adalah Zemerai Ahmadi, sopir kendaraan yang diduga membawa bahan peledak. Kedatangan Ahmadi di jalan menuju rumahnya disambut dengan riang gembira tujuh anak kecil, tiga diantaranya anak Ahmadi. Sebagaimana lazimnya anak menyambut kedatangan ayah.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X