Optimistis Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka

- Rabu, 22 September 2021 | 23:36 WIB
[Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka] Kabar PTM kembali dibuka di sekolah-sekolah ini sudah selayaknya disambut dengan penuh kegembiraan dan rasa optimistis oleh seluruh warga. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka] Kabar PTM kembali dibuka di sekolah-sekolah ini sudah selayaknya disambut dengan penuh kegembiraan dan rasa optimistis oleh seluruh warga. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang telah lama dinanti-nanti akhirnya terlaksana juga.

Kabar PTM kembali dibuka di sekolah-sekolah ini sudah selayaknya disambut dengan penuh kegembiraan dan rasa optimistis oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya para peserta didik dan tenaga pendidik.

Mengingat sudah begitu lama, tepatnya sejak virus korona mewabah di berbagai negara termasuk Indonesia, kegiatan belajar-mengajar yang biasanya diadakan di sekolah dialihkan menjadi belajar dari rumah secara daring atau online.

Maka, ketika virus mematikan itu mulai mereda penyebarannya, sekolah-sekolah pun (atas instruksi pemerintah) kembali dibuka. Kegiatan belajar-mengajar kembali dilakukan secara tatap muka. Namun tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan karena wabah korona belum benar-benar hilang dan masih menjadi momok menakutkan masyarakat negeri ini.

Perlu dipahami bersama bahwa PTM yang dilaksanakan itu sifatnya masih terbatas. Artinya, tidak seperti PTM pada masa-masa sebelum mewabahnya virus korona yang memiliki durasi waktu belajar-mengajar yang cukup lama. PTM di masa pandemi, segalanya serba dibatasi.

Mulai dari jumlah anak di setiap kelas yang tidak boleh terlalu banyak, hingga jam belajar yang tak berdurasi panjang sebagaimana sebelum-sebelumnya.

Jadi, bila ada persepsi masyarakat yang mengatakan bahwa sekolah sudah dibuka dan kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan dengan bebas tanpa batas seperti zaman dulu, maka harus segera diluruskan. Sekolah memang sudah dibuka, tapi ada batasannya dan harus mematuhi prosedur yang sudah ditetapkan bersama.

Semua itu dilakukan tentu untuk kebaikan bersama, baik siswa, guru, wali murid, dan masyarakat pada umumnya.

Mengutip keterangan Kemdikbud.go.id, bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluruskan mispersepsi yang terjadi dalam beberapa pemberitaan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Mendikbudristek sekali lagi menyatakan bahwa PTM terbatas tidak sama seperti sekolah tatap muka biasa.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X