OSVIA, Klub Sepak Bola Pribumi Pertama di Bandung

- Rabu, 22 September 2021 | 16:51 WIB
Sejak dibuka pada 1879, Sakola Menak di Bandung bernama Hoofdenschool.  (KITLV 5181)
Sejak dibuka pada 1879, Sakola Menak di Bandung bernama Hoofdenschool. (KITLV 5181)

OSVIAklub sepak bola pertama pribumi yang ada di Bandung, merupakan perhimpunan paling tua di Sakola Menak, yang [konon] didirikan pada 1917.

Sejak kapan ada klub sepak bola pribumi di Bandung? Apa nama klubnya? Siapa para pendirinya? Bagaimana perkembangannya?

Salah satu pintu masuk yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pernyataan dari Moeh. Enoch saat meresmikan Sportpark Tegallega pada Sabtu, 9 September 1933.

Naskah pidato ketua Comite Sportpark Tegallega itu seutuhnya dimuat dalam Sipatahoenan, edisi 11 September 1933. Adapun pernyataannya yang berpautan dengan klub sepak bola pertama pribumi ada pada kutipan berikut ini:

Bangsa boemipoetra anoe kawitanana ngajakeun (ngadjalankeun) ieu kalanggengan sport teh nja eta moerid-moerid di sakola pigoeroeeun boemipoetra sareng di Opleiding voor Inl. Ambtanaren. Beuki dieu beuki madjeng, doegi ka sanes di Bandoeng bae, tapi teroes njebar ka desa-desa sareng kampoeng-kampoeng noe djaoeh perenahna ti kota” (Bangsa pribumi yang mula-mula menyelenggarakan hobi olah raga ini adalah murid-murid sekolah calon guru pribumi dan sekolah calon pamongpraja pribumi. Kian lama kian maju, sehingga bukan hanya di Bandung, tetapi terus menyebar ke desa-desa dan kampung-kampung yang jauh dari kota).

Sementara sebagai ancangan mula-mula diperkenalkannya sepak bola ke Bandung, Enoch menyatakan tahun 1903. Katanya, “Dongkapna kalanggengan maen bal ka Bandoeng teh nja eta dina taoen 1903 sareng anoe ngawitananana bangsa Walanda anoe parantos kamashoerkeun bae, laoen-laoen nja teras dipikaresep sareng djadi kalanggenganana bangsa boemipoetra. Dina kawitanana mah, bangsa boemipoetra teh ngan saoekoer djadi toekang ngalaladjoanana bae, tapi kabeh dieunakeun djadi kalanggenanan dina bagian sport anoe biasa” (Hadirnya hobi sepak bola di Bandung pada tahun 1903 dan orang yang mulai melakukannya adalah Belanda yang terkenal, lama-lama disukai dan menjadi hobi pribumi. Mula-mula hanya menjadi penonton belaka, tetapi kemudian menjadikan sepak bola sebagai bagian dari olah raga biasa).

Bila memperhatikan 1903 yang diajukan Enoch, tentu saja itu berkaitan dengan didirikannya dua klub sepak bola di Bandung, yaitu UNI dan SIDOLIG. Padahal, kita tahu dua klub tersebut bukanlah klub awal di Bandung, melainkan yang kedua dan ketiga, setelah BVC yang didirikan pada 1900. Jadi, ancangan Enoch meleset tiga tahun dari waktu yang seharusnya.

Dalam tulisan kali ini, saya hendak menelusuri eksistensi klub sepak bola pertama pribumi sebagaimana yang disinggung Enoch. Namun, yang mana yang lebih awal? Apakah klub dari Kweekschool (sekolah calon guru pribumi) atau klub dari Hoofdenschool alias OSVIA? Setelah melakukan tinjauan pustaka, saya tahu di antara dua klub itu yang pertama adalah OSVIA.

Oleh karena itulah, saya akan membahas sejarah dan perkembangan klub OSVIA lebih dulu. Barangkali pada tulisan berikutnya, barulah saya membahas klub dari Kweekschool, STOVIO. Namun, sebelum membahas klub OSVIA, saya akan membahas sejarah dan perkembangan sekolah itu sendiri, meski sekilas.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X