Melawan Kecurangan Sertifikat Vaksin dengan Kesadaran Pentingnya Vaksinasi

- Selasa, 21 September 2021 | 16:42 WIB
[Ilustrasi] pemeriksaan sertifikat vaksin. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi] pemeriksaan sertifikat vaksin. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Adanya kasus diperjual belikannya sertifikat vaksin oleh oknum relawan vaksinasi sungguh mengusik nurani kita semua.

Dipandang dari sudut apa pun tetaplah salah karena terlihat jelas ada ketidak jujuran serta kebohongan yang nyata. Padahal pada satu sisi, masyarakat yang ingin divaksin butuh perjuangan keras untuk mendapatkan kesempatan agar bisa divaksin.

Tak heran banyak keluhan mereka kesulitan mendapatkan jadwal vaksin karena harus berebut dengan yang lain.

Sesungguhnya Pemerintah sendiri telah menyediakan vaksin ini untuk kebutuhan semua masyarakat secara luas dan jelas memberikan kesempatan luas untuk bisa menerima vaksinasi. Namun tentu saja bagi siapapun yang ingin divaksin tentu saja pantas bersabar untuk mendapatkan gilirannya.

Justru adanya keinginan masyarakat ingin segera divaksin adalah pertanda baik karena tercipta keinginan bersama untuk mengakhiri pandemi ini walaupun terkadang orang yang divaksin memiliki tujuan berbeda.

Memang sih, idealnya orang yang divaksin sadar adalah ikhtiar untuk mengakhiri pandemik ini dengan mendukung terciptanya Herd Imunity. Tetapi apapun tujuannya terserah, di sini yang terpenting adalah target vaksinasi itu sendiri tercapai. Sementara di lapangan sendiri terdapat berbagai perbedaan pandangan dengan soal vaksin ini sehingga beberapa warga ada saja yang masih enggan divaksin.

Mengacu kepada hal itu, masyarakat boleh memilih apa yang menjadi pilihannya. Tetapi yang mesti diingat adalah apakah kita semua tidak bosan dengan terus dirundung pandemi ini?

Dengan banyaknya orang-orang yang mengeluh akibat pandemi ini adalah salah satu bukti nyata jika pandemi ini tak menyenangkan. Oleh sebab itu maka vaksinasi ini adalah langkah penting yang bisa diambil oleh masyarakat untuk berpartisipasi untuk menjadi bagian penting dalan mengahiri pandemi Covid-19 ini.

Tentu saja yang terlihat di sini adalah bagaimana mengedukasi masyarakat secara baik sehingga partisipasi masyarakat itu sendiri agar mau untuk segera divaksinasi. Tugas seperti ini bukan melulu tugas Pemerintah dari yang terkecil seperti RT saja tetapi siapapun yang merasa peduli harus melakukannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Memang tak mudah menyadarkan masyarakat yang masih belum mau divaksin dengan berbagai alasan yang ada. Biarkan saja kita kesampingkan terlebih dahulu hal seperti ini, namun yang terpenting bagaimana kita sendiri mampu membantu mereka yang ingin segera divaksin baik online maupun offline.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X