Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

- Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB
Dermara Cikaobandung saat ini. (T Bachtiar)
Dermara Cikaobandung saat ini. (T Bachtiar)

Kepastian adanya dermaga sungai di Cikaobandung yang terletak di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum, terdapat dalam peta District Tjikao.

Warga Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang tidak mau melambung jauh saat akan pergi ke Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, di sisi timur Kutamanah itu terdapat dermaga sungai, tempat perahu-perahu bersandar di pinggir Ci Tarum.

Hanya berperahu beberapa menit saja, menyebrangi Ci Tarum 175 m, warga yang akan pergi ke kantor, berbelanja, mengunjungi kerabat, sudah merapat di dermaga di Cikaobandung.

Sampai tahun 2010, sebelum banjir bandang menggenang permukiman warga setelah dibangun bendungan, sedikit ke hilir dari Cikaobandung, di sini terdapat pasar yang ramai. Pasar di pinggir Ci Tarum ini masih memanfaatkan jasa perahu atau tongkang sebagai sarana angkutannya.

Apalagi sebelum Danau Jatiluhur dibangun. Perahu-perahu datang dan pergi mengantar hasil bumi, dan pulang membawa berbagai belanjaan.

Pasar Cikaobandung merupakan kelanjutan dari ramainya perdagangan kopi zaman kompeni, sejak awal abad ke-18. Gudang-gudang kopi dibangun di sini untuk menyimpan kopi dari Priangan, sebelum dimuat ke dalam tongkang menuju muara Ci Tarum, yang akan menerus ke Batavia.

Saat ini, di Desa Cikaobandung ada Jl Lurah Kawi. Bila berjalan dari arah timur, begitu memasuki kawasan permukiman, jalannya terus menurun ke arah barat. Jalan ini berbelok melengkung ke arah selatan, ke Jl Ir H Djuanda. Dari belokan itu, bila diteruskan ke arah barat, akan berakhir di Ci Tarum.

Di sanalah semula pasar berada, dan pada zaman kompeni terdapat gudang kopi.

Peta Distrik Cikao. (Peta koleksi Arsip Nasional RI)

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X