Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

- Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB
Ilustrasi pemuda. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi pemuda. (Pixabay/Free-Photos)

Pemuda, di pundak mereka segala jenis amanah akan dilanjutkan. Mereka pun dituntut untuk berkontribusi oleh negara, untuk mendukung program-program yang diluncurkan oleh pemerintah.

Termasuk lembaga Kepemudaan seperti KNPI, harus lebih banyak menggandeng organisasi kepemudaan lainnya seperti mahasiswa agar mampu menjalankan program kerjasama dengan pemerintah.

Diantara program tersebut pemuda diminta untuk ikut serta dalam mengatasi stunting, persoalan pendidikan dan lainnya termasuk ikut membantu mencegah aksi intoleransi yang berujung kekerasan, mengingat angka intoreransi di Jabar masih tinggi.

Adapun tujuan program tersebut adalah mengembangkan para pemuda untuk ikut serta mengurusi persoalan masyarakat yang seharusnya menjadi tanggungjawab negara.

Memang tidak ada yang keliru melibatkan pemuda dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh pemerintah hanya saja keterlibatannya jangan sampai mengalihkan tanggungjawab pemerintah.

Bagaimanapun problem yang terjadi di tengah masyarakat merupakan tanggungjawab pemerintah sepenuhnya. Karena pemerintah punya kewajiban mengurusi rakyat baik dari segi kesejahteraannya maupun melindungi dan menjaga dari celah-celah kerusakan.

"Imam (pemimpin) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari).

Termasuk kewajiban pemerintah mewujudkan pemuda penerus beradaban mulia yang bervisi dunia akhirat. Lantas bagaimana output pemuda dalam desain Islam?

Islam adalah agama yang sempurna aturannya tak hanya perkara ibadah saja, perkara lain seperti pendidikan, kesehatan, pergaulan dan lainnya Islam mengaturnya termasuk membentuk pemuda yang bervisi dunia akhirat.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X