Menduga Letak Benteng Tanjungpura di Karawang

- Minggu, 12 September 2021 | 08:00 WIB
Dugaan sementara letak benteng Tanjungpura berada di A, di sisi selatan Ci Tarum dan di sisi barat Jl Raya Pasar Bojong. (Deni Sugandi)
Dugaan sementara letak benteng Tanjungpura berada di A, di sisi selatan Ci Tarum dan di sisi barat Jl Raya Pasar Bojong. (Deni Sugandi)

Lokasi benteng Tanjungpura berada di tempuran Ci Beet dengan Ci Tarum. Kawasan ini menjadi strategis sejak lama. Ketika kopi menjadi komoditas ekspor yang sangat menguntungkan, setelah dipanen, kopi disetorkan dan ditimbang di gudang-gudang kecil, kemudian diangkut ke gudang-gudang yang lebih besar, di antaranya di Cikaobandung.

Saat itu belum ada jalan yang dapat dilalui pedati. Karung-karung kopi dipikul oleh penduduk, atau ditumpuk di punggung kerbau, karena itulah binatang yang paling tangguh di medan pegunungan, lalu beriringan menuju gudang-gudang yang lebih besar di Cikaobandung.

Ketika kopi dari Priangan ditongkangkan di dermaga Cikaobandung (+40 m dpl) di pinggir aliran Ci Tarum, (kini termasuk Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta), setelah mengalun di Ci Tarum sejauh 45 km dari Cikaobandung, akan sampai di pos/benteng Tanjungpura.

Dari benteng Tanjungpurna, tongkang itu masih mengalun sejauh 85 km menuju Muaragembong (+ 0 m dpl).

Ketika di Laut Jawa terjadi pasang surut, permukaan air lautnya turun, maka perahu akan meluncur lebih cepat menuju muara. Dari muara Ci Tarum perjalanan tongkan bermuatan kopi masih belum berakhir. Dari sana dilanjutkan menyusuri pinggiran Teluk Jakarta menuju Batavia.

Jauh sebelum itu, di muara Ci Tarum, terdapat Kerajaan Tarumanagara, pada saat ini lokasinya berada di Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, Kabupaten Karawang.

Pada saat kejayaannya, candi-candi itu berada di muara Ci Tarum, di pinggir pantai, sehingga muara sungai menjadi pelabuhan alami, tempat melabuhkan kapal-kapal dari berbagai kawasan.

Candi-candi di komplek percandian Batujaya itu berwarna putih, karena susunan bata merahnya dilapisi, dilepa, diplester dengan stuko (stucco) memakai kapur padam. Sejak abad ke V, teknologi lepa stuko sudah dikenal dan menjadi salahsatu keahlian warga di Kerajaan Tarumanagara. Menurut Hasan Djafar (2000, 2010) hampir di semua kaki candi di komplek percandian Batujaya terdapat lapisan kapur padam antara 1-2 cm. Dari muara sungai Ci Tarum saat itu, candi-candi di sana laksana teratai yang mekar di atas air.

Pembuatan kapur padamnya di kawasan perbukitan batukapur di Pekapuran, Pangkalan, Karawang.

Kawasan ini dilintasi Ci Beet, anak Ci Tarum, sebagai sarana pengangkutannya. Batukapur padam diproses dengan pembakaran di Pekapuran, Pangkalan, kemudian hasilnya, kapurpadamnya, diangkut dengan perahu atau tongkang, setelah mengalun sejauh 45 km dari Pekapuran akan sampai di tempuran Ci Beet dengan Ci Tarum, yang pada zaman kompeni di sini didirikan benteng Tanjungpura.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:09 WIB

Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
X