Kisah Desa yang Tenggelam: Bekas Kamar Mandi Menyembul dari Waduk Jatigede

- Jumat, 10 September 2021 | 16:21 WIB
Bekas kamar madi warga terlihat kembali saat air Waduk Jatigede surut.  (Netizen Ayobandung.com/Djoko Subinarto)
Bekas kamar madi warga terlihat kembali saat air Waduk Jatigede surut. (Netizen Ayobandung.com/Djoko Subinarto)

Di musim penghujan, saat permukaan air meninggi, sisa-sisa reruntuhan bangunan-bangunan itu tentu saja tak dapat kita saksikan.

"Permukan air bisa sampai sini," jelas seorang ibu muda yang membuka membuka warung tenda sederhana tak jauh dari Tugu Wado.

Warung tenda itu menyediakan makanan dan minuman ringan. Ada bangku panjang dari bambu untuk duduk para pengunjung.

“Kalau di sebelah sini mah nggak ada tempat selfie-selfie. Sebagian besar yang ke sini sih cuma buat istirahat aja,” kata pemilik warung.

Di sekitar warung itu, kini ditanami pohon jagung oleh sejumlah warga. Mereka memanfaatkan bagian Waduk Jati Gede yang kini sedang tak tergenangi air untuk bercocok tanam.

"Kalau musim hujan, jembatan itu juga tertutup oleh air," tutur seorang warga yang sedang mengantar barang dagangan menggunakan sepeda motor dan sempat diajak bincang-bincang sejenak di tepian waduk. Ia menunjuk bekas jembatan kecil yang rangka besinya masih terlihat utuh.

Menurut warga tersebut, Lebaran kemarin, permukaan air Jatigede di tempat itu masih tinggi.

"Waktu Lebaran saya ke sini, yang sekarang jadi kebun jagung itu masih terendam air," katanya.

Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia, setelah Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Luas total Jatigede sekitar 4.983 hektare. Waduk ini menjadi sumber pengairan lahan-lahan pertanian di Indramayu, Majalengka dan Cirebon.

Dalam proses pembangunannya, sedikitnya 16.000 warga harus hengkang akibat kampungnya dijadikan lahan Waduk Jatigede.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB

Para Pejabat Cicalengka Tahun 1871-1923

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:02 WIB
X