Pusaka Bumi Perbukitan Sepuluhribu di Tasikmalaya

- Senin, 6 September 2021 | 16:38 WIB
Kalera tapalkuda Gunung Galunggung yang terbentuk 4.200 tahun yang lalu.  (Citra satelit: Google map)
Kalera tapalkuda Gunung Galunggung yang terbentuk 4.200 tahun yang lalu. (Citra satelit: Google map)

Perbukitan Sepuluhribu, yang terbentuk 4.200 tahun lalu dan jadi kawasan Tasikmalaya, merupakan tumpukan longsoran dari Gunung Galunggung.

***

Dari jalan Cisinga, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ronabumi kaldera Gunung Galunggung terlihat seperti tapalkuda. Ini kaldera yang terbentuk 4.200 tahun yang lalu, ketika terjadi letusan dahsyat yang diikuti guguran puing. Kalderanya terbuka ke arah tenggara ini menghadap ke arah alunalun Kota Tasikmalaya sejauh 20 km. Di lereng kaldera itu, sekarang terdapat kawah Gunung Galunggung hasil letusan tahun 1982-1983.

Kaldera Galunggung terbentuk setelah terjadi letusan Gunung Guntur atau Gunung Galunggung Tua, yang aktivitas gunungapinya terjadi sebelum pembentukan kaldera tapalkuda Gunung Galunggung. Aktivitas Gunung Guntur terjadi selama periode 50.000-10.000 tahun yang lalu, yang menghasilkan material letusan gunungapi sebanyak 56,5 km kubik. Kegiatan letusannya berakhir dengan terbentuknya intrusi magma yang membentuk kubah lava di bawah kawah permukaan.

Di puncak Gunung Guntur terdapat kawah yang sudah tidak aktif, dikenal dengan nama Kawah Guntur atau Kawah Saat. Bentuk kawahnya melingkar, diameternya 500 meter dengan kedalaman antara 100-150 meter. Bagian tenggara kawah Gunung Guntur dipotong oleh tepi Kaldera Gunung Galunggung yang terbentuk kemudian.

Kubah lava yang tersembunyi di bawah kawah inilah yang menyumbat diatrema Gunung Guntur, kemudian aktivitas letusannya bergeser dan mengarah ke bagian terlemah dari kerucut Gunung Guntur sisi tenggara. Letusan yang menghancurkan tubuh gunung ini menghembuskan material letusan lebih dari 20 km kubik, kemudian membentuk kaldera berbentuk tapal kuda yang terbuka ke arah tenggara. Panjangnya 9 km dan lebar 2,7 km, dengan tinggi dinding kalderanya 1.000 m di barat laut, dan hanya 10 m di ujung tenggara. Endapan guguran atau longsoran puing gunungapinya meluncur ke arah tenggara kaldera Gunung Galunggung, membentuk endapan yang mengipas di kawasan seluas 170 km persegi, yang memanjang hingga 20 km.

Menurut Sutikno Bronto (1989), letusan yang membentuk kaldera tapalkuda Gunung Galunggung itu terjadi 4.200 tahun yang lalu, sebagai hasil pengukuran radiokarbon dari arang pohon yang gosong oleh awan panas, yang terdapat di dalam endapan material letusan masa lalu.

Guguran puingnya mengendap di tenggara Gunung Galunggung, di tenggara kaldera tapalkuda raksasa Gunung Galunggung, kemudian membentuk perbukitan yang dikenal dengan nama Perbukitan Sepuluhribu.

Ahli geologi Escher (1925) menyebutnya The Ten Thousand hills of Tasikmalaya (Sepuluhribu Bukit Tasikmalaya) untuk menyebut perbukitan yang berjumlah 3.648 bukit pada tahun 1925. Escher mengajukan hipotesis rekonstruksi letusan gunung ini yang disertai giga banjir lahar. Material lahar beserta blok lava berdiameter hingga 10 meter itu mengendap di tenggara Gunung Galunggung antara Manonjaya hingga Tasikmalaya, bahkan tersebar menyebrang Ci Tanduy hingga di kaki Gunung Sawal. Setelah tererosi, material endapan itulah yang membentuk Perbukitan Sepuluh Ribu yang tingginya antara 5 – 100 meter, dengan kemiringan lereng antara 5-15o.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:09 WIB

Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
X