TV tetap Menyala

- Jumat, 3 September 2021 | 09:38 WIB
TV (Pixabay)
TV (Pixabay)

AYOBANDUNG.COM -- Hampir dua tahun pandemi menyerang industri media massa. Media massa pun tidak kuasa menghadapi gelombang pandemi yang terus datang silih berganti. Jauh sebelum booming pandemi, media massa harus berjuang menghadapi perubahan tren pengelolaan media dari konvensional ke digital, termasuk ramainya new media. Para pengusaha yang memiliki kekuatan modal dan ditopang dengan SDM yang kreatif, SDM yang bisa dan siap mengikuti tren bisnis, mereka sanggup bertahan dan eksis sampai sekarang. Berbeda situasi dan kondisinya untuk media yang tidak memiliki kekuatan dana dan SDM, mereka dengan sedih harus mengibarkan bedara putih sebagai tanda pamitan dalam perhelatan.

Belakangan mulai muncul prediksi baru, media-media akan kelabakan dan tinggal nama lagi setelah hantaman pandemi covid 19. Banyak media yang kehilangan sumber penghasilan, terutama dari pengiklan. Karena banyak pabrik yang kehilangan pendapatan juga, sebagai dampak krisis global yang mengurangi pendapatan di berbagai sektor bisnis.

Salah satu medianya ialah televisi yang akan cepat berpamitan dengan pemirsanya. Meskipun prediksi tentang masa depan televisi di era new media tidak terbukti, karena di era new media tv tetap bisa menunjukkan kedigdayaannya di tengah bisnis on line. Hadirnya media-media yang berbasis online, tidak bisa merebut sepenuhnya pecinta TV.

Baca Juga: Seksolog Tolak Saipul Jamil Muncul di TV

TV yang lahir kurang lebih 1920-an, telah mengalahkan beberapa ramalan dan sampai sekarang masih bisa bersaing. Alih-alih mati dimakan perubahan, TV terus mengalami metamorphosis dengan menggabungkan teknologi. Banyak tayangan di TV dikemas ulang kemudian ditayangkan lagi di akun youtube, sehingga pemirsa yang belum sempat menontonnya, bisa mengaksesnya di youtube. Bahkan beberapa tayangan bisa dilihat secara streaming. Sebagaimana diungkapkan media post bahwa TV mengalami perubahan, nampaknya TV harus melintasi fase-fase lama yang hanya menampilkan pada layar televisi menjadi ke format media sosial.

Ada dua keuntungan yang didapatkan TV, menambah sumber penghasilan TV dari youtube. Karena jumlah viewers di youtube juga tidak sedikit. Rata-rata sebuah program televisi yang dikonversi ke dalam youtube di atas 2 juta subscriber. Keuntungan kedua ialah mengikat dengan dishare di youtube TV telah menjaga penonton setianya. Ketika mereka tidak sempat melihat tayangan langsung, mereka bisa melihat kembali di youtube kapan pun.  

Seperti yang dikatakan Meritxell Roca‐Sales (2009) televisi semakin popular di YouTube. Di era disrupsi digital saat ini, TV dalam rangka mempertahankannya bisa berkolaborasi dengan brand lain, membuat konten-konten untuk plataform  online  karena bagaimana pun saat ini eranya on line,  bereksperimen dengan format-format isi web.

Baca Juga: Siap-siap Ganti dari TV Analog, Ini 5 Rekomendasi TV Digital Murah

Pendek kata, televisi masih tetap bisa bertayangan. Setidaknya, untuk saat ini di era disrupsi digital TV bisa memenuhi kebutuhan informasi publik. Program-program siaran kembali bisa menyapa dan memberikan warna hiburan tersendiri. Para panggemar tayangan di televisi bisa mendapatkan hiburan gratis. Setiap stasiun TV bisa memperlihatkan program-program jagoannya. Indosiar dengan dangdutan dan Lesti-Billar. RCTI dengan Ikatan Cinta yang digandrungi anak muda, mamah muda, dan orang tua ditambah acara dapur memasaknya Master Chef, belum lagi program sepak bola yang sudah menggeliat yang disponsori BRI. ANTV dengan tayangan film film india. Di samping program-program reality show, berita-berita yang kembali hadir.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X