KCIC Dipanggil Komnas HAM Terkait Perusakan Lingkungan

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:18 WIB
Suasana proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di kawasan Jalan Raya Purwakarta-Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Suasana proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di kawasan Jalan Raya Purwakarta-Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC">KCIC), Kamis, 5 Agustus 2021.

Pemanggilan dilakukan setelah menerima aduan Paguyuban Margawangi Estate Cijawaru atas dugaan perusakan dan pencemaran lingkungan di permukiman warga yang diakibatkan pembangunan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Dalam pemberian keterangan tersebut, PT. KCIC">KCIC menyatakan proses pelaksanaan Proyek KCJB telah mengedepankan keamanan dan keselamatan lingkungan sesuai dengan kajian AMDAL,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam keterangan resmi, dikutip Suara.com, Kamis, 5 Agustus 2021.

Beka mengemukakan, PT KCIC">KCIC juga berkomitmen untuk menyelesaikan semua permasalahan yang timbul bilamana dampak-dampak tersebut timbul akibat proses pengerjaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. 

“PT KCIC">KCIC juga bersedia melakukan sosialisasi kepada warga setempat terkait proses pengerjaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta dampak yang timbul atas pengerjaan proyek tersebut,” ujarnya. 

Namun untuk memastikan komitmen itu, Komnas HAM akan melakukan pemantauan lapangan untuk meninjau situasi dan kondisi di lokasi pengerjaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Komnas HAM akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan aduan yang ada,” ujarnya. 

“Komnas HAM menekankan pentingnya pemenuhan dan perlindungan hak setiap warga negara untuk hidup, hak atas rasa aman dan hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat sebagaimana tercantum dalam Pasal 9 dan Pasal 30 Undang-Undang  Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” sambungnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya, pada 9 Februari 2021 lalu, Komnas HAM telah melayangkan surat kepada Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China dan Direktur Utama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia untuk meminta penjelasan terkait aduan tersebut.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X