Muhajir Sebut Penyebab Utama Kelangkaan Obat karena Masih Impor

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 13:48 WIB
Ilustrasi -- Obat Covid Tamiflu 75mg dijual dengan harga Rp1.499.000.
Ilustrasi -- Obat Covid Tamiflu 75mg dijual dengan harga Rp1.499.000.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui adanya kelangkaan obat yang digunakan dalam menangani pasien Covid-19. Dia membeberkan hal itu tidak hanya terjadi di satu daerah, bahkan berskala nasional.

"Masalah obat ini nanti saya diskusikan dengan Pak Menkes. Untuk pengadaan obat-obat tertentu terutama yang bergejala berat dan kritis, termasuk jarang di sini (Kalsel) obatnya," ujarnya usai mengunjungi RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis, 5 Agustus 2021.

Persoalan tersebut, kata Muhadjir, juga dikarenakan obat-obatan itu masih impor. Di antara obat yang dibutuhkan, menurutnya, obat antiviral yang paling penting harus dijamin ketersediaannya.

Dia bahkan menekankan bahwa ketersediaan obat antiviral tidak boleh hanya ada di level rumah sakit, melainkan harus tersedia di tingkat bawah yakni puskesmas.

"Masalahnya kelangkaan obat-obat ini juga sudah sangat mendesak. Memang di samping langka, kebutuhannya mendesak karena untuk mereka yang kondisinya buruk dan kritis," tandasnya.

Selain masalah kelangkaan obat, Muhadjir juga menyoroti mengenai tingkah laku masyarakat yang terinfeksi Covid-19. Dia menyampaikan, masih banyak masyarakat yang tidak melaporkan diri ke puskesmas karena menganggap virus itu tidak berbahaya.

"Covid-19 ini jangan ditunda-tunda, jangan kemudian ditahan-tahan, harus lapor kemudian dibawa ke RS. Akan tetapi, memang sebaiknya kalau masih OTG jangan keburu-buru dibawa ke RS, lapor dulu ke puskesmas," pungkasnya.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X