Momentum Pertumbuhan Kredit Tinggal Tunggu Waktu

- Jumat, 30 Juli 2021 | 20:40 WIB
Di tengah tantangan pandemi Covid-19, fungsi intermediasi perbankan mulai mengalami pertumbuhan positif.
Di tengah tantangan pandemi Covid-19, fungsi intermediasi perbankan mulai mengalami pertumbuhan positif.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Di tengah tantangan pandemi Covid-19, fungsi intermediasi perbankan mulai mengalami pertumbuhan positif.

Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan penyaluran kredit perbankan tumbuh positif 0,59 persen (yoy) di Juni 2021, jauh lebih baik dibandingkan Mei 2021 yang minus 1,28 persen. 

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, perbaikan ini didorong oleh mulai membaiknya permintaan kredit seiring dengan berlanjutnya pemulihan kinerja dan aktivitas korporasi, rumah tangga dan UMKM.

"Dalam perbankan ada satu perbaikan, kalau kita lihat data Juni 2021 overall kredit sudah mulai tunjukan positif baik secara mtm maupun yoy. Pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit UMKM dan kredit konsumsi," ujar Destry dalam siaran pers yang diterima Ayobandung.com, Jumat, 30 Juli 2021.

Menurutnya, kredit segmen UMKM memang lebih cepat alami recovery bila dibandingkan segmen korporasi. Oleh sebab itu untuk menggenjot kredit dan mendukung pemulihan ekonomi, pihaknya bersama OJK dan LPS terus melakukan sinergi kebijakan.

"Kita akan optimalkan bauran kebijakan kita untuk pemulihan eko jadi tidak hanya fokus pada moneter. Sepanjang 2021 bauran kebijakan kami semuanya sifatnya lebih akomodatif karena kita ingin mndorong pemulihan ekonomi nasional," ungkap Destry.

Lebih lanjut, kata Destry, bila dilihat secara kategori bank, pertumbuhan kredit ditopang oleh BPD dan bank BUMN yang masing-masing mengalami pertumbuhan 6,73 persen dan 5,37 persen. Meski demikian, bank asing dan Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) masih mengalami tantangan dalam menyalurkan kreditnya karena masih tumbuh negatif masing-masing -25,01 persen dan -2,90 persen.

"Untuk dua kelompok bank, bank BUMN sudah positif dan BPD juga. memang ada tantangan dari bank asing dan bank swasta nasional yang masih terus kita dorong," lanjutnya.

Melihat kondisi itu, menurut Destry, pertumbuhan kredit perbankan tinggal menunggu waktu/ timing yang tepat saja. Pasalnya tingkat premi risiko perbankan juga telah mengalami penurunan dari 1,69% di April 2021 menjadi 1,60 persen di Mei 2021.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Mentan Minta Ketangguhan Sistem Pangan Diperkuat

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:03 WIB

Resmi, Segini Harga Tarif PCR Terbaru di Jawa-Bali

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:51 WIB
X