Kemenkes Impor Remdesivir-Tocilizumab, Untuk Apa?

- Jumat, 30 Juli 2021 | 14:51 WIB
[Ilustrasi] Obat Covid-19.
[Ilustrasi] Obat Covid-19.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memenuhi kebutuhan pasokan obat-obatan untuk terapi Covid-19 yang semakin langka di dalam negeri, seperti remdesivir, immune globulin, dan tocilizumab. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemenuhan obat-obatan tersebut dilakukan dari berbagai negara seperti China, India, Iran, dan juga Turki.

“Termasuk melakukan negosiasi diplomasi ke negara-negara lain untuk bisa mendapatkan bantuan ketersediaan obat ini,” kata Siti Nadia saat dikonfirmasi, Jumat (30/7).

Ia menyebut, pasokan obat-obatan terapi Covid-19 di dunia saat ini terbatas karena produsennya yang juga terbatas. Sementara itu, seluruh negara menggunakan obat-obatan tersebut untuk terapi Covid-19.

Sedangkan untuk obat-obatan yang dapat diproduksi di dalam negeri hanya multivitamin, azithromycin, favipiravir, serta oseltamivir. Namun, kata dia, kebutuhan terhadap obat-obatan tersebut saat ini telah melonjak hingga 12 kali lipat sehingga membutuhkan waktu untuk proses penyediaannya. Apalagi, bahan baku untuk produksi obat-obatan tersebut juga didatangkan dari luar negeri.

“Dengan lonjakan kebutuhan 12 kali lipat pasti membutuhkan waktu untuk penyediaan bahan baku yang juga didatangkan dari luar negeri,” jelas dia.

Secara umum, lanjut dia, stok obat-obatan tersebut tersedia. Namun, tingginya kebutuhan menyebabkan pasokan terhambat.

“Karena kebutuhan yang juga tinggi tentunya kadang-kadang stok tidak langsung bisa dipenuhi dan distribusi langsung dari distributor ataupun industri farmasi,” ucap Siti Nadia.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, kebutuhan obat-obatan untuk terapi pasien Covid-19 mengalami lonjakan yang sangat tinggi sejak 1 Juni yang mencapai 12 kali lipat. “Sejak tanggal 1 Juni sampai sekarang telah terjadi lonjakan yang luar biasa dari kebutuhan obat-obatan. Lonjakan itu besarnya sekitar 12 kali lipat,” ungkap Menkes Budi saat konferensi pers di Kantor Presiden, Senin (26/7).

Untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan saat ini, pemerintah telah berkomunikasi dengan gabungan pengusaha farmasi serta menyiapkan impor bahan baku obat, memperbesar kapasitas produksi, dan menyiapkan distribusinya. Kendati demikian, pemenuhan kebutuhan obat-obatan di dalam negeri ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB
X