Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap Perlunya Kontribusi Riset Sosial di Masa Pandemi

- Kamis, 29 Juli 2021 | 21:40 WIB
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM - Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan di tengah pelaksaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau  PPKM, pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat dengan berbagai kebijakan yang diperpanjang. Dalam mengatasi pandemi Covid tersebut peran riset sosial sangat diperlukan.

“Di dalam masa pandemi ini riset sosial ekonomi diperlukan guna membantu pemerintah memahami  perilaku dan seluruh aktor dalam perekonomian yang terdisrupsi akibat adanya pandemic Covid 19. Dengan berbagai riset dan inovasi pemerintah terus merumuskan kebijakan yang berbasis pada riset base policy yang sehingga tentu penerapannya akan lebih baik,” ungkap Airlangga Hartarto sebagai Keynote Speaker dalam “Konferensi Nasional Konsorsium Publikasi Bidang Ilmu Sosial” di Jakarta, Rabu (28/7). 

Ilmu sosial, menurut Airlangga mempunyai peran yang penting dalam menunjukkan dokumen dan memberikan rekomendasi tentang bagaimana masyarakat merespons dan mengatasi pandemi ini.  Selama ini banyak pihak melihat dalam merespons pandemi ditekankan pada pendekatan medis yang melihat pembatasan gerak masyarakat sebagai salah satu alat utama. Di sisi lain, pelaku ekonomi melihat pendekatan ekonomi yang tentunya mempunyai fokus untuk menghindari agar masyarakat kehilangan penghasilan. 

“Sehingga tentu balance antara penanganan covid untuk kesehatan dan juga kesempatan masyarakat untuk mendapatkan penghasilan. Nah ini hal - hal sifatnya tidak ada yang pasti, namun tentu ini perlu dilihat sebagai  kebijakan yang perlu diambil secara seimbang,” ungkapnya. 

Perilaku manusia, tambah Airlangga, seringkali bertentangan dengan standar dan modeling ilmu pasti yang rasional. Sebagai contoh terjadi panic buying terutama memborong tisu terutama terjadi saat lockdown awal di berbagai negara di luar negeri. 

“Di sinilah ilmu sosial penting untuk memberi alasan yang tepat dan agar mencegah masyarakat tidak panik untuk menghadapi situasi krisis yang tidak pernah terjadi ini,” Ucapnya dalam acara yang diinisiasi oleh Konsorsium Publikasi Ilmiah Bidang Ilmu Sosial dengan Universitas Nasional sebagai Host dan Co-Host: UKI, Universitas Bakrie, Universitas Binus, Universitas Pelita Harapan, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Moestopo.

Tak ayal, bagi Airlangga pemulihan ekonomi di Indonesia tentunya akan terus dikselerasi dengan memanfaatkan hasil riset dan inovasi termasuk juga dalam riset sosial. 

Solidarity, Creativity and Connectivity

Sejalan dengan pernyataan Menko di atas, Rektor Universitas Nasional, Dr. Drs. El Amry Bermawi Putera, MA. menilai kondisi pandemi kali ini menjadi tema untuk dikaji dari sudut pandang ilmu sosial. Karena dengan semakin banyaknya penelitian akan semakin meningkat pula pengetahuan masyarakat umum.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

PPKM Diperpanjang Lagi? Besok Pengumumannya

Minggu, 19 September 2021 | 09:54 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Pakai Masker di Acara Keagamaan

Minggu, 19 September 2021 | 09:06 WIB

Indonesia Siap Produksi Mobil Listrik Mei 2022

Jumat, 17 September 2021 | 21:45 WIB
X