Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW

- Rabu, 28 Juli 2021 | 13:44 WIB
Ibadah Umrah.
Ibadah Umrah.

"Jadi, pesan moralnya, lakukanlah nanti umroh di masa yang sudah normal. Saat ini, kalau merasa mampu, bantulah yang tengah menderita karena pandemi covid. Bantulah keluarga yang wafat, yang terancam kelaparan, kehilangan," ujar Muharom lagi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Ghapura (Gabungan Pengusaha Haji dan Umrah Nusantara) Baluki Ahmad juga sepakat bila saat ini lebih baik umat Islam menunda kepergian umroh. Ini karena, selain wilayah Indonesia masih pandemi, ada kebutuhan sosial yang lebih mulia untuk ditunaikan. Kesedihan ada di mana-mana. Ancaman kesukaran hidup sangat nyata. Bahkan, banyak sekali orang yang terkesan mampu sebenarnya untuk makan sehari-hari susah karena hilang sumber nafkah.

"Dari dalil syar'inya jelas ada hadis sahih melarang keluar dari daerah yang lagi terkena wabah. Dari sisi teknis, aturan umroh pun sukar dipenuhi. Dari sisi moral, apakah tega meninggalkan kerabat dan tetangga yang hidupnya terancam? Ini jelas sangat tidak Islam. Membantu mereka jauh lebih penting saat ini dari pada pergi umroh," ujar Baluki.

Di sisi lain, kata Baluki, umat Islam pun harus paham bila ada ibadah yang sebenarnya punya pahala yang setara dengan umroh. Salah satunya adalah melaksanakan dengan ikhlas sholat Syuru' (sebelum fajar/subuh). "Nah, ini saja yang tepat dilakukan pada masa pandemi ini. Pahalanya sama dengan pahala umroh. Ini banyak umat Islam yang belum tahu."

"Selain itu, saya tahu bila ada pihak yang kebelet umroh karena dia mampu lahir dan batin, kebanyakan mereka sudah melakukannya lebih dari sekali. Mereka ingin terus mengulang dan mengulang. Alasannya klasik, sudah rindu Baitullah. Perasaan ini sih baik, tapi tidak tepat di masa pandemi ini. Sadarlah dan pahamilah itu," kata Baluki menandaskan.

Aturan Arab Saudi

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyebutkan sembilan negara yang tidak dapat melakukan penerbangan langsung, yakni India, Indonesia, Pakistan, Turki, Mesir, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Jamaah umroh dari sembilan negara itu harus transit di negara ketiga di luar sembilan negara tadi untuk melakukan karantina selama 14 hari sebelum terbang menuju Arab Saudi.

Selain dengan syarat usia 18 tahun ke atas, Saudi mensyaratkan jamaah umroh telah divaksin penuh dengan salah satu dari empat vaksin ini: AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Namun, bagi jamaah umroh yang divaksin dengan vaksin buatan China, seperti Sinovac atau Sinopharm, Arab Saudi tetap membolehkan berangkat dengan syarat jamaah kembali divaksin dengan salah satu vaksin di atas.

Di Indonesia telah tersedia vaksin AstraZeneca. Selain itu, bagi sebagian warga Indonesia telah disediakan vaksin Moderna meskipun hanya untuk para tenaga kesehatan sebagai dosis ketiga.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Daftar Vaksin Covid-19 Online dengan PeduliLindungi

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:00 WIB

9 Daerah Turun Status ke PPKM Level 1, Ada Bandung?

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:47 WIB

Resmi! PPKM Diperpanjang Lagi hingga 1 November 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:25 WIB

Kemenag Siap Selenggarakan Haji, Ini Syaratnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:14 WIB
X