Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW

- Rabu, 28 Juli 2021 | 13:44 WIB
Ibadah Umrah.
Ibadah Umrah.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Arab Saudi telah membuka izin umrah. Jamaah asal Indonesia pun dapat berumroh dengan berbagai persyaratan, salah satunya melakukan isolasi mandiri selama dua pekan di negara ketiga.

Dilansir dari Republika.co.id, menyadari syarat itu, pengusaha travel umroh Muharom Ahmad malah menyatakan, meski terbuka peluang untuk umroh, sebaiknya jangan dilakukan sekarang. Sebab, ada dua hal yang harus diperhatikan, yakni secara aturan teknis dan syar'i atau hukum Islam.

"Boleh saja umroh, tapi tetap tak mudah. Bagi yang kaya dan mampu bisa saja, tapi apa mungkin mereka melakukan umroh sampai 34 hari? Apa kalau dia punya bisnis tidak masalah? Sebab, haji plus saja di waktu normal hanya 21 hari," kata Muharom dalam perbincangan bersama Republika, Rabu, 28 Juli 2021.

Lalu, lanjut Muharom, apa mungkin umroh kali ini dilakukan oleh jamaah haji dengan ekonomi pas-pasan? Mereka sekarang saja kesulitan membiayai hidupnya sehari-hari, apa bisa membiayai hidup di negara lain pada hari-hari ini? "Ingat, umroh hari ini bukan umroh pada suasana yang normal. Pasti harganya dan tantangannya akan berlipat. Apakah mereka akan bisa jangkau?"

"Lagi pula kalau mau jujur, umroh pada masa pandemi hanya bisa dilakukan sekali saja. Di Makkah, mereka pun tak bisa bolak-balik umroh atau bebas bepergian ke mana saja. Mereka hanya tinggal di dalam hotel dan hanya sekali berumroh. Masuk ke Masjidil Haram pun harus dijadwal, enggak bisa setiap saat. Melihat seperti ini, apakah masih nyaman untuk berumroh? Makan pun harus memakai nasi yang dibungkus berupa paket di dalam hotel. Jadi, jangan bayangkan meriah seperti diwaktu sebelum pandemi," katanya.

Dan pada sisi aturan syar'i, Muharom menegaskan, apakah pergi meninggalkan atau keluar dari wilayah wabah itu sesuai dengan ajaran Islam, yakni hadis Rasullah Muhammad SAW? Sebab, sangat jelas ada hadis sahih yang melarang seseorang keluar dari daerah yang sedang terjadi pandemi atau wabah. Maka, di situ Nabi SAW sudah sangat jelas melarangnya.

"Nah, di titik itulah saya berpikir dan merenung. Memang sebagai seorang pengusaha, kabar dibukanya umroh menyenangkan dan sudah membayangkan keuntungan. Tapi, apakah ini perlu dilakukan? Umroh bukan wajib, apalagi dalam suasana wabah. Yang wajib sekarang adalah membantu sesama yang terkena dampak pandemi. Dana untuk umroh lebih baik dibagikan kepada mereka yang susah. Ini lebih mulia dan Islami," ujarnya.

Bayangkan, lanjut Muharom, meski punya kemampuan lahir dan batin untuk melakukan umroh pada saat ini, apakah tepat bila telinga dan percakapan di grup media sosial masih mendengar berita duka orang yang banyak orang wafat, melakukan isolasi mandiri, atau kesulitan ekonomi karena pandemi? Dan itu tetangga, kerabat, atau rekan sendiri.
"Jadi, pada saat ini lebih baik dana umroh yang akan digunakan berikan saja kepada mereka. Itu, sekali lagi jauh lebih mulia."

Tak hanya itu, tegas Muharom, umat Muslim pun harus sadar bila ajaran Islam tak hanya untuk kesalehan pribadi, tapi merupakan sebuah cerminan dari diri yang punya kesalehan sosial. Umroh pada masa sangat sulit sekarang ini malah bisa menjauhkan diri dari nilai-nilai agama Islam.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X