Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober

- Rabu, 28 Juli 2021 | 11:42 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan disalah satu ruangan isolasi mandiri, Gedung Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat 9 Juli 2021. Pemkot Bandung telah menyiapkan sebanyak 132 tempat isolasi mandiri (isoman) yang tersebar di 30 kecamatan. Tempat isoman ini disiapkan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala (OTG).
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan disalah satu ruangan isolasi mandiri, Gedung Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat 9 Juli 2021. Pemkot Bandung telah menyiapkan sebanyak 132 tempat isolasi mandiri (isoman) yang tersebar di 30 kecamatan. Tempat isoman ini disiapkan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala (OTG).

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menduga kasus Covid-19 baru mulai menunjukkan angka penurunan cukup drastis pada Oktober 2021. Namun dugaan ini hanya berlaku di wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yaitu pulau Jawa, Madura dan Bali.

Dicky mengaku sudah memprediksi angka kematian akan mencapai 2 ribuan seperti terjadi pada Selasa (27/7). Ia mengingatkan lonjakan kasus di fasilitas kesehatan (faskes) masih belum usai. Sebab menurutnya kasus Covid-19 yang terjadi di masyarakat belum terdeteksi maksimal.
 
"Mayoritas orang Indonesia kalau sakit di rumah saja, ini survei sebelum pandemi sekitar 80 persen. Nah yang terjadi di faskes itu fenomena gunung es, kita harus sasar masyarakat di awal Agustus," kata Dicky dalam konferensi virtual Indonesia Industry Outlook 2021 pada Rabu (28/7).
 
Dicky memprediksi kasus kematian karena Covid-19 bisa terjadi hingga lebih dari 2 ribu per hari pada pertengahan Agustus. Ini diantaranya disebabkan mereka yang mengalami gangguan kesehatan kronis gagal disembuhkan dan banyak kasus Covid-19 gagal dilacak hingga mereka tak mendapat tindakan medis yang memadai.
 
"Akhir September mulai melandai dalam konteks saat ini, Oktober bisa terjadi kondisi seperti sebelum lonjakan," ujar Dicky.
 
Namun Dicky menekankan penurunan kasus Covid-19 berpeluang hanya terjadi di Jawa, Madura dan Bali. Sebab wilayah tersebutlah yang menjadi puncak episentrum saat ini. Dengan luasnya Indonesia, Dicky khawatir lonjakan kasus justru terjadi di luar 3 wilayah tersebut.
 
"Melandai Oktober itu di daerah itu (Jawa, Madura, Bali). Nah karena negara luas harusnya bisa cegah potensi lonjakan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi," ucap Dicky.
 
Diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat pada Selasa (27/7). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, kasus baru Covid-19 di tanah air bertambah 45.203 orang, sementara pada Senin (26/7) tercatat 28.228 kasus. Dengan pertambahan tersebut maka total kasus di Indonesia secara keseluruhan adalah 3,239 juta.
 
Sementara itu kasus kematian bertambah 2.069 orang dalam sehari sehingga total menjadi 86.835 kasus. Adapun kasus kesembuhan bertambah 47.128 orang sehingga menjadi 2,596 juta orang. Kasus aktif Covid-19 di Indonesia bertahan di angka 556.281 pasien. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X