Data 2 Juta Nasabah BRI Life Dijual di Internet, dari KTP hingga Rekam Medis

- Rabu, 28 Juli 2021 | 08:25 WIB
Tangkapan layar video peretasan data nasabah BRI Life.
Tangkapan layar video peretasan data nasabah BRI Life.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Data nasabah BRI Life, perusahaan asuransi milik BRI, diduga bocor dan dijual di internet. Informasi ini pertama kali disampaikan Hudson Rock dalam akun Twitter resminya, Selasa, 27 Juli 2021.

Perusahaan keamanan siber Israel itu mengaku telah mengindentifikasi kebocoran data dari BRI Life. Peretas diduga mencuri data dari beberapa komputer karyawan BRI Life

"Kami mengidentifikasi beberapa komputer karyawan BRI Life dan Bank Rakyat Indonesia telah disusupi dan memungkinkan peretas mendapatkan akses ke (data) perusahaan," tulis Hudson Rock, dikutip Ayobandung.com.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi oleh Alon Gal dalam Twitternya, @underthebreach. Chief Technology Officer (CTO) Hudson Rock itu mengatakan, peretas BRI Life membuat video berdurasi 30 menit yang berisi demonstrasi data yang berhasil mereka peroleh.

"Pelaku menjual data sensitif dari BRI Life, cabang asuransi Bank Rakyat Indonesia," tulisnya.

Ia menuturkan, jumlah yang dijual sebanyak 2 juta data nasabah dalam 463 dokumen. Data-data itu dijual seharga 7.000 dolar AS atau Rp101 juta.

Data-data yang dijual di antaranya foto KTP, nomor NPWP, kartu keluarga, foto buku tabungan, nomor rekening, akta kelahiran, akta kematian, nomor telepon, hingga hasil pemeriksaan laboratorium.

Di video itu juga terlihat sebuah hasil pemeriksaan laboratorium nasabah di klinik Prodia cabang Cibubur, Cileungsi, Jawa Barat. Dalam dokumen itu terlihat hasil rontgen toraks nasabah laki-laki berusia 55 tahun 8 bulan.

BRI Life mengatakan pihaknya sedang memeriksa laporan soal peretasan dan kebocoran data tersebut.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X