CEK FAKTA: Tunanetra Didenda Rp50.000 karena Salah Pakai Masker

- Selasa, 27 Juli 2021 | 08:38 WIB
Akun Nagari Galuh di Facebook mengunggah sebuah postingan di grup publik Kabar Ciamis pada 16 Juli 2021.
Akun Nagari Galuh di Facebook mengunggah sebuah postingan di grup publik Kabar Ciamis pada 16 Juli 2021.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Warganet Facebook mengunggah sebuah postingan di grup publik Kabar Ciamis pada 16 Juli 2021. Akun warganet bernama Nagari Galuh itu menyebut jika tunanetra didenda petugas karena salah mengenakan masker.

Unggahan itu juga disertai tautan menuju video youtube yang berjudul "VIRAL !! TUNANETRA Mengaku DIDENDA Karena Salah Pake Masker Oleh Orang Tak Dikenal".

Tak hanya itu, Nagari Galuh menulis narasi, "Viral!! Penyandang Tunanetra yang bekerja sebagai penjual gorengan, terjaring razia PPKM darurat di Banjar dan dihukum bayar denda tipiring".

Benarkah penyandang tunanetra ini didenda saat terkena razia PPKM Darurat?

Pemeriksaan Fakta

Cek fakta Ayobandung.com menelusuri klaim tunanetra didenda petugas karena salah mengenakan masker. 

Hasil penelusuran mengarah pada artikel yang dimuat di jabar.tribunnews.com pada 20 Juli 2021. Artikel itu berjudul, "Viral Pria Tunanetra Disebut Kena Denda karena Masker Melorot, Ini Fakta Sebenarnya".

Dalam artikel situs situs tribunnews.com, Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha, angkat bicara.

Ia menegaskan, bahwa kasus viral tersebut tidak memuat informasi yang sebenarnya. Agus menjelaskan, insiden yang menimpa Ahmad bukan dilakukan oleh anggota Satgas.

"Artinya kejadian kemarin yang menimpa tunanetra itu bukan oknum, yang saya analisis hanya spontan. Kemudian tidak ada persidangan langsung menjustifikasi membayar denda Rp 50 ribu seperti yang dialami oleh Pak Ahmad."

"Kejadian tersebut bukan dari Satgas karena kalau dari Satgas SOP-nya harus jelas," kata Agus

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, dalam penindakan dan penjatuhan sanksi denda terhadap pelanggar protokol kesehatan di masa PPKM Darurat ada beberapa tahapan.

"Artinya ada alur atau SOP yang harus dilalui saat memberikan sanksi. Jadi tidak bisa, ketika tidak pakai masker orang tersebut langsung ditindak di TKP, itu tidak bisa," tegasnya.

Diketahui, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, sedangkan petugas Satgas Covid-19 mulai bertugas sekitar pukul 08.00 WIB.

Sehingga, kata Agus, tindakan itu kemungkinan besar bukan dilakukan oleh petugas Covid-19.

"Saya kira kurang pas (petugas Satgas), karena kalau petugas PPKM itu tugasnya pukul 08.00 WIB, sehingga itu harus diinformasikan kembali kepada publik agar tidak simpang siur," ungkapnya.

Penelusuran lainnya mengarah pada artikel yang bertajuk "Viral Tunanetra Didenda karena Masker Melorot, Perekam Video: Saya Minta Maaf". Artikel ini dimuat di jabar.suara.com pada 20 Juli 2020.

Dalam artikel jabar.suara.com menyebutkan, sebuah video yang menampilkan seorang pria tunanetra didenda akibat kedapatan menggunakan masker yang tak menutupi hidung sempat viral di jejaring media sosial.

Kekinian, video itu diketahui direkam di daerah Kota Banjar, Jawa Barat oleh seorang warga bernama Evi Widianti.

Ia menyampaikan klarifikasi tentang kebenaran video yang ia unggah kepada media sosial hingga viral tersebut.

“Saya mau minta maaf kepada petugas PPKM atas video yang saya unggah tentang Ujang atau Ahmad Ruhiyat yang kena palak Rp50 ribu. Tidak ada maksud saya untuk menjelek-jelekan petugas atau lainnya,” ungkap Evi Widianti, pembuat video viral tunanetra saat memberikan klarifikasi di Pendopo Banjar, Senin, 19 Juli 2021.

“Karena saya juga tahu itu memang salah, dan kalau petugas penindak itu harus pakai surat serta ikut sidang. Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semuanya, saya tidak ada niat menyudutkan dari pihak petugas. Karena itu juga kemarin saya sengaja bikin video lantaran rasa kemanusiaan. Tidak ada maksud yang lain,” bebernya.

Evi juga meminta agar semua yang telah menyebarkan video tersebut supaya menghapusnya dan tidak memperpanjang lagi.Karena kenyataannya tidak seperti itu, dan bukan kesalahan dari petugas PPKM.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, maka tunanetra didenda Rp50.000 saat terjaring razia oleh petugas karena salah mengenakan masker adalah salah dan keliru.

Sumber hoaks: 

https://www.facebook.com/groups/1031167890292051/posts/5780814748660651

https://www.youtube.com/watch?v=Ir6C0Ly9bqw

Link counter hoaks:

https://jabar.suara.com/read/2021/07/20/103811/viral-tunanetra-didenda-karena-masker-melorot-perekam-video-saya-minta-maaf?page=all

https://jabar.tribunnews.com/2021/07/19/bikin-gaduh-ini-dia-pengunggah-video-tunanetra-banjar-didenda-gegara-masker-melorot-padahal-dipalak?page=all&_ga=2.196669868.1637849559.1627348086-1519217132.1614175956

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB
X