Banyak Pasien Isoman Meninggal, Dr. Tirta Jelaskan Kemungkinan Penyebabnya

- Minggu, 25 Juli 2021 | 12:15 WIB
Warga isolasi mandiri di RW 02 Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.
Warga isolasi mandiri di RW 02 Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dokter Tirta mengungkap alasan mengapa pasien Covid-19 bisa saja meninggal dunia saat jalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Menurut Dokter Tirta, ada berbagai faktor yang membuat pasien Covid-19 yang sedang jalani isoman di rumah meninggal. Di antaranya yaitu adanya komorbid, dehidrasi, dan kekurangan nutrisi sehingga menyebabkan infeksi meluas secara sistemik.

"Covid Gejala ringan asal di awasin dia akan recovery cepet. Nah di beberapa kondisi akhir2 ini ada komorbid, Nutrisi ga cukup, Dehidrasi juga, Ga smpt ronsen," tulis Dokter Tirta, dikutip Ayojakarta.com dari akun Instagram @dr.tirta pada Sabtu, 24 Juli 2021.

"Jadinya infeksi paru meluas. saturasi drop under 80, cari ruangan susah. Akhirnya kritis saat isoman," sambungnya.

Dokter yang akrab disapa Cipeng itu menilai, kurangnya asupan nutrisi pada pasien biasanya disebabkan oleh pasien yang merasakan nyeri saat menelan makanan dan anosmia.

"Nutrisi kurang karena pasien emng susah makan. Rata2 karena nyeri telan, dan emang sudah ga ada rasa," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyarankan agar pasien segera dibawa ke rumah sakit apabila saturasi tiba-tiba berada di bawah 85%, serta sulit makan dan minum.

"Saturasi 90-95% mash aman.

Jika ada penurunan saturasi secara tiba2 (under 85%), mulai ga mau minum, intake makanan susah, (biasa emng susah makan, nasi aja d muntahkan) silahkan bawa ke igd," tuturnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Cara Mudah Tukar Kode Voucher Pelatihan Kartu Prakerja

Minggu, 26 September 2021 | 21:55 WIB

Aplikasi Pedulilindungi Mau Jadi Alat Pembayaran?

Minggu, 26 September 2021 | 16:46 WIB
X