Susah Vaksin Gegara Kartu Identitas, E-KTP Trending di Twitter!

- Jumat, 23 Juli 2021 | 14:22 WIB
KTP Elektronik.
KTP Elektronik.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) menjadi trending topic di Twitter. Hal itu terjadi usai seorang warganet menceritakan sulitnya akses vaksinasi karena terbentur masalah kartu identitas yang hilang.

Akun Twitter @SoeTjenMarching menceritakan, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang bekerja di tempat kakaknya meninggal usai terpapar Covid-19.

Padahal, ART tersebut sudah mendaftarkan diri untuk program vaksinasi sebelumnya. Namun, ditolak oleh petugas vaksinasi karena tidak membawa e-KTP terbaru.

Walau sudah dijelaskan e-KTP yang baru hilang dan hanya memiliki yang lama, petugas vaksinasi tersebut tetap menolak karena ART itu tidak memenuhi persyaratan.

Cuitan akun @SoeTjenMarching itu pun banyak dikomentari oleh para warganet yang ikut menceritakan pengalamannya mengenai sulitnya mengakses program vaksinasi karena masalah e-KTP.

Perbincangan semakin ramai usai Komika Tretan Muslim mengunggah komentar seorang warganet dengan akun @amirawulan yang menceritakan pengalaman membawa keluarganya yang sudah lanjut usia (usia) untuk program vaksinasi, namun ditolak karena tidak membawa fotokopi e-KTP.

Padahal, dia sudah menjelaskan kepada petugas vaksinasi bahwa dirinya dan keluarganya hanya membawa e-KTP asli dan sudah menunggu tiga jam antrian. Namun, petugas vaksinasi itu tetap menolak dengan alasan tidak memenuhi persyaratan, yaitu tidak membawa fotokopi e-KTP.

Hal tersebut menjadi sorotan Tretan Muslim yang mengaku sangat geram dengan permasalahan birokrasi yang kerap mempersulit akses masyarakat, apalagi di saat kondisi darurat akibat pandemi Covid-19.

"Baca reply banyak yg gabisa vaksin krn ga bawa fotocopy KTP, maksudnya ini kan pandemi, darurat, bahaya, DARURAT, DARURATTT WOYYYY," tulis Tretan, dikutip Ayojakarta dari akun Twitter @TretanMuslim, Jumat 23 Juli 2021.

Lebih lanjut, Tretan menyindir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI selaku pihak yang mendapat tugas untuk melaksanakan program vaksinasi dan meminta persyaratan birokrasi untuk tidak dipersulit.

"KOQ MASIH HARUS FOTOCOPY YA HALOO @KemenkesRI tolong ciri khas birokrasi indo fotocopy2 jangan dipake dulu," sindir Tretan.

Tak hanya Tretan yang mengaku geram, Founder Done Emprite Ismail Fahmi juga ikut menyuarakan agar penggunaan fotokopi E-KTP dihentikan.

Melalui cuitan di akun Twitter @ismailfahmi, Ismail Fahmi mengajak masyarakat Indonesia, khususnya warganet, untuk mendukung terciptanya Revolusi Industri 4.0 di Indonesia dan serentak meminta pemerintah menghentikan pengumpulan fotokopi E-KTP.

"Mari netijen +62, dukung terciptanya Indonesia 4.0, dengan meminta pemerintah dari pusat hingga desa supaya stop ngumpulin foto/fotokopi e-ktp dari warganya. Fotokopi e-ktp sudah jadi budaya. Harus distop," ucap Ismail Fahmi.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB
X