PPKM Darurat, Penumpang AP II Turun 70%

- Kamis, 22 Juli 2021 | 10:37 WIB
Aktivitas calon penumpang di Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa 4 Mei 2021. Jelang larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei 2021, jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara mengalami peningkatan sekitar 20% dibanding hari sebelumnya.
Aktivitas calon penumpang di Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa 4 Mei 2021. Jelang larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei 2021, jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara mengalami peningkatan sekitar 20% dibanding hari sebelumnya.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) mencatat penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan. Penurunan jumlah penumpang tersebut terjadi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 3-20 Juli 2021.

"Jumlah penumpang di bandara-bandara AP II  pada periode tersebut mengalami penurunan rata-rata sekitar 70 persen perharinya dibandingkan dengan sebelum diberlakukan PPKM Darurat," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Kamis, 22 Juli 2021.

Dilansir dari Republika.co.id, Awaluddin menjelaskan, di Bandara Soekarno-Hatta, penurunan penumpang terjadi sejak 3 Juli 2021. Hal tersebut menurutnya semakin menurun pada 19 Juli 2021 atau H-1 menjelang Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 202.

"Hal serupa juga terjadi di bandara lain yang dikelola AP II," tutur Awaluddin.

Dia menilai pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021 sangat efektif dalam menekan mobilitas masyarakat. Awaluddin mengatakan, imbauan pemerintah agar masyarakat mengurangi mobilitas dipatuhi.

"Penurunan jumlah penumpang mencapai sekitar 70 persen per hari selama PPKM Darurat menandakan bahwa perjalanan yang dilakukan hanya yang bersifat mendesak,” ungkap Awaluddin.

PPKM Darurat Diperpanjang

PPKM Darurat diperpanjang pemerintah hingga Minggu 25 Juli 2021.

Sebelumnya, PPKM Darurat telah diterapkan sejak 3 Juli dan berakhir Selasa hari ini, 20 Juli.

Meski memperpanjang masa PPKM Darurat, Jokowi berjanji melonggarkan aturan-aturan PPKM Darurat pada tanggal 26 Juli apabila penyebaran kasus covid-19 bisa terkendali.

Bahkan, Jokowi sudah memerinci apa saja sektor kehidupan rakyat yang akan dilonggarkan apabila wabah terkendali melalui PPKM Darurat hingga 25 Juli.

Berikut pelonggaran yang disebut Jokowi yang berlaku 26 Juli jika penurunan kasus Covid-19 terus menurun:

- Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.
- Pasar tradisional, selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah;
- Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.
- Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.
- Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, akan dijelaskan terpisah.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat diperpanjang selama lima hari ke depan, yakni hingga 25 Juli 2021.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB
X