PPKM Darurat Diperpanjang 5 Hari Tuai Kritikan, Ini Kata Epidemiolog

- Rabu, 21 Juli 2021 | 13:12 WIB
[Ilustrasi] PPKM darurat diperpanjang 5 hari tuai kritikan. Epidemiolog menilai tidak realistis. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali kembali diperpanjang hinga 25 Juli mendatang.
[Ilustrasi] PPKM darurat diperpanjang 5 hari tuai kritikan. Epidemiolog menilai tidak realistis. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali kembali diperpanjang hinga 25 Juli mendatang.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- PPKM darurat diperpanjang 5 hari tuai kritikan. Epidemiolog menilai tidak realistis.

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali kembali diperpanjang hinga 25 Juli mendatang.

Pernyataaan itu diungkap Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. 

Dia menganggap kurang lamanya perpanjangan PPKM hari tentu akan sulit untuk mendeteksi virus Covid-19.

Bahkan, kata dia, PPKM yang ditambah lima hari lagi tidak efektif untuk menurunkan kasus Covid.

"Tentu tidak realistis seminggu bisa turun, kecuali ada strategi ekstrem selama PPKM ini dan terus berlanjut, dengan cara 3T yang luar biasa ditingkatkan, itu konsekuensi yang logis," kata Dicky dikutip dari Suara.com -- jaringan Ayobandung.com, Rabu (21/7/2021).

Diketahui, testing berkurang 68 persen dalam tiga hari terakhir, pada 17 Juli jumlah orang yang diperiksa mencapai 188 ribu, lalu menurun pada 18 Juli hanya 138 ribu dan 19 juli hanya 127 ribu orang diperiksa.

Dicky menyebut pemerintah tidak perlu takut penambahan kasus covid-19 harian menjadi banyak selama PPKM sebab akan semakin banyak pula orang yang terdeteksi sehingga tidak menular liar di masyarakat.

"Jadi paradigma menemukan kasus itu harus dianggap suatu prestasi bukan wanprestasi, bagaimana kita membasmi musuh ini kalau kita tidak bisa menemukan musuh," tegasnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

PPKM Diperpanjang, Airlangga: Level Relatif Turun

Senin, 6 Desember 2021 | 17:26 WIB
X