Lagi! Indonesia Terima 1,1 Juta Vaksin Sinopharm dari Cina

- Senin, 19 Juli 2021 | 12:54 WIB
[Ilustrasi] Indonesia kembali kedatangan 1.184.000 dosis vaksin Sinopharm dari China yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada Senin (19/7/2021) siang.
[Ilustrasi] Indonesia kembali kedatangan 1.184.000 dosis vaksin Sinopharm dari China yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada Senin (19/7/2021) siang.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia kembali kedatangan 1.184.000 dosis vaksin Sinopharm dari China yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada Senin (19/7/2021) siang.

Kedatangan vaksin ini merupakan kerjasama dari Kimia Farma dan Sinopharm yang selanjutnya akan digunakan untuk program vaksin Gotong Royong.

"Siang hari ini Indonesia kembali kedatangan Vaksin Covid-19 sejumlah 1.184.000 dosis atau setara 592.000 vial vaksin produksi Sinopharm," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Verdi Budidarmo dalam jumpa pers virtual dinukil Suara.com -- Jaringan Ayobandung.com, Senin (19/7/2021).

Dengan kedatangan vaksin Sinopharm hari ini, total sudah ada 6 juta vaksin Sinopharm yang didatangkan Indonesia.

Hal ini adalah bagian dari kontrak pasokan vaksin antara Kimia Farma dengan Sinopharm sebesar 15 juta dosis vaksin untuk kebutuhan vaksinasi Gotong Royong.

Program Vaksinasi Gotong Royong adalah program vaksinasi melalui perusahaan yang membeli vaksin ke pemerintah lalu disuntikkan ke karyawan dan keluarganya.

Secara komulatif, Indonesia sudah menerima total sekitar 142,7 juta vaksin yang terdiri dari 115.500.280 bahan baku vaksin Sinovac dan 27.224.720 dosis vaksin jadi dari Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna.

Untuk diketahui, sejauh ini pemerintah telah menyuntikkan vaksin dosis pertama sebanyak 41.778.063 orang (20,06 persen) dan baru 16.283.343 orang (7,82 persen) yang menerima dosis kedua atau selesai vaksinasi Covid-19.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

X