Plasma Konvalesen Disebut Tak Banyak Bantu Pasien Bergejala Berat

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 20:38 WIB
Petugas memerlihatkan plasma konvalesen dari seorang warga yang sudah sembuh dari Covid-19 atau penyintas di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa (19/1/2021). Plasma konvalesen hasil donor dari penyintas Covid-19 bisa bermanfaat untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan. PMI Kota Bandung mengajak para penyintas yang sembuh dari Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen.
Petugas memerlihatkan plasma konvalesen dari seorang warga yang sudah sembuh dari Covid-19 atau penyintas di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa (19/1/2021). Plasma konvalesen hasil donor dari penyintas Covid-19 bisa bermanfaat untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan. PMI Kota Bandung mengajak para penyintas yang sembuh dari Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, saat ini donor plasma konvalesen penyintas Covid-19 tengah jadi incaran. Plasma darah tersebut diberikan untuk meningkatkan antibodi untuk pasien Covid-19 dalam melawan virus.

Namun, plasma konvalesen penyintas Covid-19 ternyata tidak selalu ampuh. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengatakan, terapi plasma konvalesen efektif bagi pasien Covid-19 bergejalan ringan dan sedang.

Hal serupa tak terlalu banyak membantu kepada pasien Covid-19 yang tengah kritis atau bergejala berat.

"Terbaik menerima plasma konvalesen adalah yang levelnya rendah dan menengah, yang sudah sangat akut, itu tidak akan membantu banyak," ujar Sudirman sebagaimana dilansir dari Republika, Sabtu 17 Juli 2021. 

"Kalau ada pandangan sedang kritis, 'mari kita cari plasma', itu sebetulnya usaha yang tidak tepat," tambahnya.

Lebih lanjut, sekira 90 persen terapi plasma konvalesen efektif untuk menyembuhkan pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Sebab, mereka akan menerima antibodi yang baru dalam tubuhnya.

Sudirman menjelaskan, plasma konvalesen yang baik berasal dari penyintas Covid-19 yang pernah mengalami gejala sedang dan berat. Antibodi dari si penyintas itulah yang akan dimanfaatkan menjadi plasma.

Namun pendonor plasma konvalesen, kata Sudirman, semakin berkurang dalam beberapa waktu terakhir. Sebab banyak dari mereka yang sudah sembuh dari Covid-19, enggan keluar rumah. "Sekarang tinggal kita dorong supaya makin banyak donor yang bersedia menyumbangkan plasmanya," ujar Sudirman.

Kebutuhan donor plasma konvalesen meningkat dalam beberapa waktu terakhir, seiring dengan tren kenaikan kasus Covid-19. Salah satunya terjadi di DKI Jakarta, di mana permintaannya meningkat hingga 200 persen.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

X