Ternyata Ini Penyebab Banyaknya Pasien Isoman Wafat

- Jumat, 9 Juli 2021 | 10:34 WIB
Tidak sedikit pasien Covid-19 yang isoman di rumah, mengaku bingung terkait masa isoman yang dilakukan. Kapan boleh kembali beraktivitas seperti biasa?
Tidak sedikit pasien Covid-19 yang isoman di rumah, mengaku bingung terkait masa isoman yang dilakukan. Kapan boleh kembali beraktivitas seperti biasa?

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan warga positif Covid-19 meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Salah satu di antaranya ialah penuhnya fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

"Utamanya karena kondisi kritis yang sangat cepat terjadi pada pasien Covid-19," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dilansir dari Republika.co.id, Jumat, 9 Juli 2021.

Nadia menjelaskan, banyak orang yang positif Covid-19 tidak bisa mendapatkan perawatan di fasyankes karena penuh. Warga harus mengantre panjang dan akhirnya memilih untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

Untuk mengatasi masalah ini, Nadia mengatakan, layanan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) melalui satuan tugas telah ditugaskan memonitor pasien isoman. Warga positif Covid-19 juga akan mendapatkan obat.

Selain itu, kini ada layanan kesehatan digital telemedicine, meski baru DKI Jakarta yang menerapkannya. Nadia mengatakan, layanan ini secara bertahap akan diterapkan di wilayah lainnya.

Jawa Barat (Jabar), misalnya, juga sudah memiliki layanan telemedicine dan mengelolanya. Upaya berikutnya adalah memperkuat koordinasi dengan satgas RT/RW untuk koordinasi dengan puskesmas dalam memantau warga yang isoman.

Banyak Warga Jabar Isolasi Mandiri Akhirnya Meninggal

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengaku ada 90 pasien isolasi mandiri yang meninggal dunia di Jabar. Ia meminta Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto untuk memperkuat penanganan Covid-19 di tingkat RT/RW maupun desa dengan memaksimalkan peran Babinsa.

"Saya titip juga ke Panglima untuk penguatan di Babinsa. Karena ada 300 orang yang meninggal dunia saat isolasi mandiri se-Indonesia. Sekitar 90 orangnya di Jabar. Saya sedih mendengar data itu," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil saat Penyerahan bantuan berupa 70 tempat tidur rumah sakit kepada Rumah Sakit Dustira, Rabu, 7 Juli 2021.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, berharap, Babinsa bisa terus memonitor khususnya di desa-desa. "Sehingga, jangan ada rakyat kita yang meninggal dunia tanpa kehadiran negara. Saya kira itu penguatan yang harus diperkuat juga," katanya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

PPKM Diperpanjang, Airlangga: Level Relatif Turun

Senin, 6 Desember 2021 | 17:26 WIB
X