Cara Pintar Memilah Informasi Hoaks dan Fakta di Media Sosial

- Kamis, 1 Juli 2021 | 10:40 WIB
Ilustrasi berita bohong atau hoaks yang tidak berdasar fakta. Tipe informasi buruk ini sering beredar di media sosial.
Ilustrasi berita bohong atau hoaks yang tidak berdasar fakta. Tipe informasi buruk ini sering beredar di media sosial.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Kini masyarakat Indonesia seakan kebanjiran informasi dari internet. Dengan perkembangan internet sekarang, mereka yang berselancar di dunia maya sudah pasti akan langsung diterjang oleh informasi. Bisa melalui media sosial atau platform penyedia informasi di internet.

Menurut Saidulkarnain Ishak dalam buku Jurnalisme Modern, dasarnya manusia sebagai mahluk hidup memiliki hasrat untuk memperoleh berbagai informasi aktual dan itu akan diraihnya melalui tahap awal yaitu komunikasi. Dengan komunikasi, mereka dapat memperoleh informasi yang ingin digapai.

Kalau dahulu mimbar menjadi sarana untuk menyampaikan informasi atau memperoleh informasi namun, pada zaman teknologi canggih dewasa ini, sarana komunikasi semakin modern dan sangat mudah bagi untuk masyarakat menyampaikan pun memperoleh informasi.

Seraya perkemangan tekonologi yang jelas menguntungkan masyarakat dalam mengakses informasi, hal tersebut malah memunculkan permasalahan baru. Informasi kini menjadi barang murah yang gampang didapat.

Bahkan, kadang tak perlu dicari mereka datang sendiri melalui media sosial. Cukup banyak pula informasi disebarkan via aplikasi pesan singkat seperti Whatsapp dan Telegram.

Berdasarkan data penelitian dari Kominfo, internet sekarang telah menjadi refrensi utama untuk mengakses berita dan informasi. Media konvensional seperti koran, majalah, tabloid, dan lainya, menjadi refrensi paling akhir bagi masyarakat. Hal tersebutlah yang menyebabkan banyaknya misinformasi bertebaran di internet khususnya media sosial.

Informasi yang dihasilkan oleh media massa diolah jurnalis dengan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik. Mereka memproduksi informasi melalui proses cek dan ricek serta dapat dipertanggung jawabkan sebelum dipubliskan ke masyarakat.

Sebaliknya, informasi yang diproduksi dan disebarluaskan oleh netizen di media sosial, terkadang tidak memenuhi etika jurnalistik. Yang kemudia informasi yang disebarluaskan rawan akan misinformasi.

Mengutip dari Jurnal berjudul Perilaku Pengguna dan Informasi Hoax di Media Sosial, Informasi yang diproduksi oleh netizen di media sosial dapat dimanipulasi oleh mereka sendiri. Ada yang menafsir dan menulis ulang tafsiranya, baru kemudian disebarkan ke media sosial. Ada pun yang sengaja mengedit, lalu menyebarkan dengan tujuan tertentu dan menyesatkan informasi yang sebelumnya baik.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X