Persaudaraan Indonesia-Turki : Histori, Emosional, dan Organisasi

- Jumat, 25 Juni 2021 | 22:11 WIB
Persaudaraan Indonesia-Turki.
Persaudaraan Indonesia-Turki.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Yayasan Persaudaraan Indonesia-Turki resmi terbentuk melalui acara soft launching, Jumat (25/6) di Jalan Moh Toha No 51 Bandung. Histori, emosional, dan organisasi melatarbelakangi pembentukan yayasan ini.

Menurut Ketua yayasan Persaudaraan Indonesia-Turki, Riski Juanda, lcara ini dilakukan melalui zoom yang Alhamdulillah dihadiri oleh kurang lebih 69 peserta yang terkoneksi langsung dari beberapa wailayah di Indonesia. Seperti, Banda Aceh, Medan, Babel, Bogor, Banten, Cirebon, Tasikmalaya, Bandung, Jakarta dan Turki," ujar Riski.

Acara soft launching Persaudaraan Indonesia-Turki dibuka dihadiri pula oleh ICMI jabar, UMKM Jabar, Tokoh Wanita Jabar (zoom), DR Asep Ketua LSM Unpas , Asmawi dari Aceh (zoom) dan Ali Cetin (zoom) sebagai  Ketua Country Respensentative Turki.

Riski menjelaskan, terbentuknya yayasan persaudaraan Indonesia Turki ini karena sejarah yang sudah terbangun sejak ratusan tahun lalu antara tuki dan Indonesia. Yakni, dimulai saat Sultan Turki mengukuhkan raden Patah sebagai Khalifatullah ing Tanah Jawa, perwakilan kekhalifahan Islam (Turki) untuk Tanah Jawa.

"Itu salah satu contoh secara sejarah dan masih banyak lagi," katanya. 

Dari sisi emosianal, kata dia, bangsa Turki merasakan sudah cukup lama terjalin dengan kecintaannya terhadap Indonesia yang namanya saudara merasakan apabila sakit maka bangsa Turki pun merasa sakit. Hal tersebut, terlihat saat terjadinya bencana tsunami  di Aceh, maka masyarakat Turki banyak memberikan bantuan.

"Begitu juga hubungan organisasi yang terjalin sudah cukup banyak di lakukan seperti pendidikan, sosial , budaya dan ekonomi yang membawa kebaikan dan nilai positif bagi masyarakat Indonesia dan pemerintah khususnya," katanya.

Terbentuknya Yayasan Persaudaran Indonesia Turki, kata dia, adalah untuk mewadahi, membangun, bersinergi dan berkontribusi untuk kemajuan  masyarakat Indonesai dan Turki. Selain itu, memfasilitasi yang mencakup 4 bidang, yaitu pendidikan, budaya, sosial, dan ekonomi. 

"Yayasan ini merupakan milik bersama yang menjadi tolak ukur dalam bersinergi bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat Turki. Harapannya, dapat membantu dan menjembatani masyarakat Indonesia dan Turki dalam berbagai bidang," kata Riski.

Halaman:

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X