Holding BUMN UMi Bantu Wong Kecil, Yang Menolak Antek Rentenir

- Jumat, 25 Juni 2021 | 15:50 WIB
Nahdlatul Ulama (NU).
Nahdlatul Ulama (NU).

Dia pun menyebut yang terlayani oleh lembaga keuangan formal itu hanya sekita 8 juta unit usaha UMi atau sekitar 20% saja. Nusron khawatir sisanya dilayani oleh praktik layanan jasa keuangan rentenir dengan bunga tinggi yang meresahkan masyarakat. 

Oleh karena itu, menurutnya dengan konsolidasi tiga BUMN dalam satu sektor lembaga keuangan di bawah BRI yang fokus ke mikro, akan terjadi backup dana. Dengan holding BRI dapat dengan mudah menempatkan dana di PNM dan Pegadaian. Sehingga, ekspansi pembiayaan Pegadaian dan PNM menjadi lebih ‘lincah’, efisien dan murah. 

Melanggengkan Praktik Rentenir

Dia pun menekankan, jika pihak-pihak penolak holding BUMN UMi secara tidak langsung melanggengkan praktik rentenir. “Karena itu kalau ada pihak yang menolak holding UMi ini adalah antek-anteknya rentenir. Langkah ini, adalah  terobosan untuk mencapai target pemerintah meningkatkan akses keungan dari yang hanya 20% di segmen usaha UMi, juga menaik kelaskan pelaku usaha dan memperkuat ekonomi nasional,” tegasnya.

Menurut dia, holding tersebut akan memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil. Segmentasi ekosistem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tradisional, pemilik toko dan pekerja lepas. 

Pelaku usaha ultra mikro dan UMKM, kata dia, merupakan tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional. Sehingga harus diselamatkan dari dampak pandemi Covid-19.

Dengan terbentuknya ekosistem usaha yang kuat melalui holding, dia berharap pelaku usaha ultra mikro dapat bangkit, berkembang, serta naik kelas.

“Holding akan membawa manfaat yang besar bagi ketiga BUMN tersebut. Sehingga nasabah bisa cepat berkembang usahanya. Jadi ini mutual benefit. Yang diuntungkan BUMN yang bersangkutan dan nasabah. Ini membuat usaha ultra mikro menjadi atraktif," ujarnya menjelaskan.

Dia menyebut sinergi ketiga BUMN akan mengkolaborasikan masing-masing kekuatan perseroan. Keahlian setiap perusahaan pelat merah tersebut akan terhimpun dalam ‘satu rumah besar’ sehingga bisa membantu sebanyak-banyaknya pelaku usaha kecil supaya mereka bisa segera bangkit. 

Melalui sinergi ekosistem ultra mikro ini, Nusron meyakini dapat menciptakan pilihan produk keuangan yang lebih variatif bagi pelaku usaha UMKM dan ultra mikro dan lebih menyerap tenaga kerja khususnya di lapisan masyarakat pra sejahtera.  

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Cegah Omicron, Indonesia Larang WN dari Hong Kong

Senin, 29 November 2021 | 15:46 WIB

Akhirnya, Toilet SPBU Gratis!

Sabtu, 27 November 2021 | 12:30 WIB

20 Link Twibbon Hari Menanam Pohon Indonesia 2021

Jumat, 26 November 2021 | 20:08 WIB
X