Jangan Panik, Pemerintah Jamin Produksi Oksigen Mencukupi

- Jumat, 25 Juni 2021 | 14:50 WIB
Pekerja mengisi ulang tabung oksigen di Arcamanik, Kota Bandung, pada Kamis (24 Juni 2021). Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Bandung, permintaan oksigen untuk kebutuhan medis rumahan dan rumah sakit pun mengalami peningkatan sebesar 250 tabung oksigen per hari dibanding sebelumnya.
Pekerja mengisi ulang tabung oksigen di Arcamanik, Kota Bandung, pada Kamis (24 Juni 2021). Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Bandung, permintaan oksigen untuk kebutuhan medis rumahan dan rumah sakit pun mengalami peningkatan sebesar 250 tabung oksigen per hari dibanding sebelumnya.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau rumah sakit (RS) agar tidak menambah persediaan tabung oksigen medis. Pasalnya produksi dan distribusi oksigen di dalam negeri mencukupi, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran pasokan ke rumah sakit terhambat.

Dilansir dari Republika.co.id, Budi mengibaratkan kebutuhan tabung oksigen di rumah sakit sama halnya dengan kebutuhan tabung gas elpiji di rumah. Dengan jumlah tabung elpiji yang sama, saat ini sebuah rumah tangga perlu lebih sering mengisi ulang gas karena frekuensi memasak lebih tinggi.

"Nah isunya adalah banyak yang minta tabung LPG-nya supaya tidak sering ganti itu pengen nambah empat, sebetulnya nggak perlu, karena toh logistiknya bagus, nggak perlu. Tabungnya nggak usah dibikin jadi empat atau delapan, tapi pengisiannya harus lebih sering," kata Budi dalam keterangan pers, Jumat, 25 Juni 2021.

Demi memastikan ketersediaan pasokan oksigen ini, pemerintah telah mendapat komitmen pengalihan alokasi produksi oksigen industri ke medis.

Pemerintah mencatat, kapasitas produksi oksigen di dalam negeri saat ini mencapai 845 ribu ton per tahun. Dari angka tersebut, sebesar 75 persen disuplai untuk memenuhi permintaan industri dan 25 persen lainnya untuk kebutuhan medis. Produsen oksigen industri dan medis ini tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Jadi ada satu perusahaan oksigen lokal yang memproduksi hampir 90 persen dari di rumah sakit. Kapasitas perusahaan tersebut itu baru terpakai 25 persen, karena 75 persennya untuk industri. Komitmen dari perusahaan ini 75 persen ini siap untuk men-supply oksigen di RS," kata Budi.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

X