Pasokan Vaksin Sinopharm Akan Tiba Lagi Siang Ini

- Jumat, 11 Juni 2021 | 12:34 WIB
Ilustrasi -- vaksin. Suasana gelaran vaksinasi massal di Grand Ballroom Sudirman, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Kamis 10 Juni 2021. Vaksinasi massal yang digelar oleh TNI, Polri, dan Pemerintah Jawa Barat tersebut menyediakan sebesar 40.000 dosis vaksin Covid-19 bagi warga lansia dan pra lansia.
Ilustrasi -- vaksin. Suasana gelaran vaksinasi massal di Grand Ballroom Sudirman, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Kamis 10 Juni 2021. Vaksinasi massal yang digelar oleh TNI, Polri, dan Pemerintah Jawa Barat tersebut menyediakan sebesar 40.000 dosis vaksin Covid-19 bagi warga lansia dan pra lansia.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 yang didapat melalui jalur multilateral atau COVAX Facility. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut ada total 1.504.800 dosis vaksin AstraZeneca yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis malam, 10 Juni 2021.

Sebelumnya pada tanggal 5 Juni 2021 yang lalu, Indonesia juga telah menerima 313,100 vaksin AstraZeneca dari COVAX Facility ini. 

“Dengan dua kedatangan baru ini, yakni tanggal 5 Juni dan 10 Juni 2021 maka jumlah total vaksin Astra Zeneca dari COVAX Facility yang diperoleh secara gratis adalah 8.228.400 dosis vaksin jadi,” ujar Retno dalam siaran pers yang diterima, Kamis 10 Juni 2021.

Jika ditambahkan secara keseluruhan, lanjut Menlu Retno, maka jumlah total vaksin yang telah diterima Indonesia sampai saat ini adalah 93.728.400 dosis. Dengan perincian, Sinovac sebanyak 84,5 juta, AstraZenecca sebanyak 8,2 juta dosis, dan Sinopharm sebanyak 1 juta dosis.

Selain itu, rencananya pada hari ini, Jumat siang, 11 Juni 2021, akan tiba 1 juta dosis vaksin Sinopharm yang akan digunakan dalam program vaksin Gotong Royong. Sebagaimana diketahui Indonesia saat ini menggunakan tiga jenis vaksin, yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

“Ketiga jenis vaksin tersebut, semuanya telah memperoleh Emergency Use Listing atau EUL dari WHO,” katanya.

Retno menegaskan, ini menunjukkan bahwa vaksin yang dipakai di Indonesia telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal kualitas, keamanan dan efektivitasnya untuk digunakan pada masa darurat kesehatan. Hingga hari ini, WHO telah memberikan EUL kepada 6 jenis vaksin yaitu Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna, AstraZeneca, Sinopharm dan Sinovac.

Dia memastikan, pemerintah terus berikhtiar dan bekerja keras mengamankan pasokan vaksin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Retno mengakui, ikhtiar ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Apalagi di masa pandemi dimana pasokan vaksin masih terbatas sementara kebutuhan dunia akan vaksin sedemikian besarnya.

“Sekali lagi upaya memastikan pasokan vaksin, baik dari jalur bilateral maupun multilateral akan terus dilakukan oleh Pemerintah,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Jemaah Bisa Umrah Setelah Karantina Lima Hari

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:34 WIB
X