Ketimpangan Prokes di Pusat Perbelanjaan Kabupaten Bandung

- Kamis, 27 Mei 2021 | 11:10 WIB
Suasana Yogya Bojongsoang.
Suasana Yogya Bojongsoang.

BOJONGSOANG, AYOBANDUNG.COM -- Pusat perbelanjaan di Kabupaten Bandung, baik tradisional maupun retail modern, ramai didatangi pengunjung sepekan sebelum dan setelah Lebaran 2021.

Meski begitu saat ini, kepadatan pengunjung di pusat perbelanjaan tersebut sudah cukup berkurang, sehingga tidak tampak lagi kerumunan. 

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, para pengunjung pusat perbelanjaan modern di Kecamatan Bojongsoang sudah memiliki kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan. Terutama untuk memakai masker.

Mereka pun dengan sendirinya mengantre di pintu masuk pusat perbelanjaan untuk dicek suhu satu per satu. Pengunjung juga sudah sadar untuk jaga jarak. Ditambah pihak toko retail juga sudah menyiapkan hand saitizer untuk membersihkan tangan.

Namun begitu, ketidakdisiplinan masih tampak terlihat di Pasar Tradisional. Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Baleendah. Kebanyakan pedagang dan pembeli sudah sadar memakai masker. Namun mereka masih berdesak-desakkan.

Para pembeli tampak kesulitan menjaga jarak karena jumlah mereka yang terlalu banyak. Selain itu, berbeda dengan toko retail yang memiliki akses masuk terkendali hanya satu atau dua pintu, di pasar tradisional pengunjung bisa masuk dari mana saja. Sehingga tidak memungkinkan adanya pengecekan suhu badan.

Meski begitu, saat ini jumlah pengunjung pasar Baleendah sudah berkurang dibanding dengan masa Lebaran. Kondisi ini membuat pengunjung mampu menjaga jarak dan tidak berdesak-desakkan.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan, kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan masih tinggi selama sepekan setelah Lebaran. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi menyumbang lonjakan kasus.

Bahkan saat ini pun, tren kenaikan kasus Covid-19 sudah terlihat, ditambah penurunan angka kesembuhan. Satgas mencatat, kenaikan mobilitas warga ke pusat perbelanjaan paling tinggi terjadi di Maluku Utara dengan persentase 40 persen.

Kemudian, Sumatra Barat dengan 36 persen, Jawa Tengah 35 persen, dan Gorontalo 35 persen. "Berat bagi saya menyampaikan fakta bahwa proses belajar bersama yang kita lakukan masih belum menunjukkan hasil yang kita harapkan baik dari pelaksanaan kebijakan yang berlapis seperti pembatasan mobilitas penduduk atau partisipasi masyarakat dalam mematuhi kebijakan dan prokes," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa, 25 Mei 2021.

Sebelumnya, data pemerintah menunjukkan, angka kasus aktif terus naik sejak Rabu, 19 Mei 2021 pekan lalu sampai sekarang. Terakhir pada Selasa, 25 Mei 2021, jumlah kasus aktif Covid-19 nasional sebanyak 94.486 orang.

Padahal pada Selasa, 18 mei 2021 lalu, jumlah kasus aktif sempat turun ke posisi terendah sejak awal 2021, yakni di angka 87.514 orang. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, naiknya angka kasus aktif disebabkan jumlah kasus baru yang selalu lebih tinggi ketimbang jumlah pasien sembuh harian.

Wiku menyampaikan, kenaikan kasus aktif nasional juga didukung oleh peningkatan kasus aktif Covid-19 di lingkup daerah. Sembilan provinsi mencatatkan kenaikan kasus aktif dalam sepekan terakhir, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Tengah, Aceh, Sumatra Barat, NTB, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.

Hanya saja, Wiku mengeklaim, lonjakan kasus aktif terjadi sejalan dengan peningkatan kapasitas testing Covid-19. Setelah sempat anjlok pada periode Lebaran, jumlah pemeriksaan dilaporkan kembali naik hingga 132 persen dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Ini jumlah testing tertinggi di Indonesia sejak awal pandemi," ujar Wiku.

Halaman:
1
2

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Polisi Selidiki Aktor Bentrokan Double O Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:54 WIB

19 Orang Meninggal dalam Bentrok di Double O Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:53 WIB
X