Waspada Penularan Covid-19 di Tempat Wisata dan Pusat Belanja

- Senin, 10 Mei 2021 | 16:04 WIB
Ilustrasi -- Pusat Perbelanjaan. Ribuan warga memadati kawasan pusat perbelanjaan di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin 3 Mei 2021. Jelang Lebaran, ribuan warga mulai memadati kawasan pusat perbelanjaan untuk memenuhi aneka  kebutuhan untuk menyemarakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah. Warga pun diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Ilustrasi -- Pusat Perbelanjaan. Ribuan warga memadati kawasan pusat perbelanjaan di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin 3 Mei 2021. Jelang Lebaran, ribuan warga mulai memadati kawasan pusat perbelanjaan untuk memenuhi aneka kebutuhan untuk menyemarakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah. Warga pun diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

LEGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, tempat wisata mesti melakukan pengetatan protokol kesehatan di masa libur Idulfitri 2021

Hal tersebut mesti dilaksanakan untuk menekan potensi penularan Covid-19. Salah satu hal yang wajib dilakukan adalah dengan mengurangi kapasitas pengunjung.

"Tempat wisata wajib mengurangi kapasaitas jadi 50%. Kalau ada yang mengurangi sampai 25% saja, ini harus diapresiasi," ujar Dewi pada Briefing Peserta FJPP Angkatan 3/2021, Senin, 10 Mei 2021.

Selain tempat wisata, pusat perbelanjaan seperti mal juga wajib melakukan hal yang sama. Pihak swasta penyelenggara objek wisata dan pusat perbelanjaan juga mesti dikenai sanksi bila melanggar ketentuan tersebut.

"Karena swasta kadang kan susah diatur. Malah ada yang kasih diskon dan lain lain, dan bikin masyarakat tergiur. Jadi pengusaha yang melanggar harus diberi sanksi," kata Dewi.

Ia mengatakan, berdasarkan data nasional, saat ini masyarakat mulai abai terhadap protokol kesehatan jaga jarak. Padahal protokol kesehatan tersebut mesti dilakukan untuk menghindari droplet penyebab penularan Covid-19.

"Salah satu yang harus sering digaungkan adalah protokol kesehatan jaga jarak. Karena saat ini orang indonesia sudah terbiasa menggunakan masker. Tapi tren jaga jarak mengalami penurunan," katanya.

Apalagi di masa akhir-akhir Ramadan seperti ini mobilitas masyarakat di pusat perbelanjaan cukup tinggi. Tak jarang mereka terlihat berdesak-desakkan di pasar atau mal.

Dewi menyampaikan, sejak dua minggu yang lalu, mobilitas masyarakat sudah mulai naik. Kemudian bertambah naik selama sepekan terakhir. Kebanyak dari mereka beraktivitas di pusat-pusat perbelanjaan.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Tes PPPK Guru Tahap 2 Diundur?

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:24 WIB
X