PKS Minta Prabowo Dukung RUU Perlindungan Tokoh Agama

- Selasa, 4 Mei 2021 | 21:23 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) mengantar Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kanan) keluar gedung Kantor DPP Partai Gerindra, di Jakarta, Selasa 4 Mei 2021.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) mengantar Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kanan) keluar gedung Kantor DPP Partai Gerindra, di Jakarta, Selasa 4 Mei 2021.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta dukungan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama. Hal itu disampaikan saat petinggi PKS bertandang ke kantor DPP Gerindra di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa 4 Mei 2021.

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak sore tadi, Presiden PKS Ahmad Syaikhu berharap agar Prabowo turut berinsiasi dalam RUU tersebut. Dia juga berharap agar Partai Gerindra turut mendukung.

"Tentu dari kami juga tadi mohon dukungan dari beliau (Prabowo) supaya inisiasi dalam RUU perlindungan ulama, perlindungan tokoh agama dan simbol agama juga mendapat dukungan dari partai Gerindra," kata Syaikhu.

Tak hanya itu, Syaikhu berharap nantinya PKS dan Gerindra dapat saling bekerja sama dalam mewujudkan RUU tersebut. Secara teknis, kata dia, hal itu bisa terjadi di ruang parlemen.

"Mudah-mudahan nanti kami bisa kerja sama mewujudkan dalam secara teknis di parlemen," kata dia.

Sementara itu, Prabowo Subianto menyatakan, pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu turut membahas nostalgia itu tentang perjuangan antara partainya dengan PKS dalam sejumlah gelaran politik. Misalnya, Pilkada DKI Jakarta, Pilkada Jawa Barat, hingga Pilpres 2019 lalu.

"Tadi kami saling diskusi, bertukar pikiran masalah-masalah kebangsaan, dan ada juga nostalgia kami pernah berjuang bersama dalam beberapa kali Pilkada DKI, Jawa Barat Pilpres dan sebagainya," beber Prabowo.

Prabowo yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu juga menyatakan jika perbedaan sikap politik antara Partai Gerindra dan PKS bukanlah menjadi persoalan. Saat ini, Gerindra berada dalam lingkarangan pemerintah dan PKS masih tetap gigih menjadi oposan.

"Kami memang ada sedikit nuansa-nuansa titik tertentu berbeda, perbedaan itu baik. Mereka (PKS) sekarang di luar koalisi pemerintah, kami (Gerindra) dalam koalisi pemerintah. Tapi kami tetap bersahabat, kami saling menghormati, kami saling menegur kadang-kadang sebagai kawan, boleh koreksi dan boleh saling mengingatkan, saya kira itu dari saya," kata dia.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Indonesia Siap Produksi Mobil Listrik Mei 2022

Jumat, 17 September 2021 | 21:45 WIB

Epidemiolog Sebut Varian Mu Kemungkinan Masuk Indonesia

Jumat, 17 September 2021 | 15:15 WIB

Indonesia Kembali Datangkan 2,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Jumat, 17 September 2021 | 13:32 WIB

Daftar Gaji PNS 2021 Lengkap untuk Golongan I hingga IV

Jumat, 17 September 2021 | 11:32 WIB
X