THR dan Subsidi Ongkir Diharap Genjot Ekonomi Kuartal II

- Selasa, 20 April 2021 | 08:31 WIB
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR).
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR).

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemulihan ekonomi Indonesia diharapkan bisa terwujud di momen Ramadan dan Lebaran kali ini. Lewat pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), konsumsi ditargetkan meningkat sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sejak awal bulan ini, pemerintah sudah tegas bersuara soal THR. Bahkan, perusahaan yang terlambat memberikan THR dipastikan pemerintah akan diganjar sanksi. Pemerintah mau masyarakat bisa menerima THR paling telat H-7.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan, kepastian mengenai pencairan THR karyawan dan buruh sudah dituangkan dalam SE Menteri Ketenagakerjaan nomor M/6/HK.04/IV/2021. Aturan tersebut mengharuskan perusahaan membayarkan THR secara penuh paling lambat H-7 Lebaran. Sementara itu, THR untuk ASN, Polri, dan TNI dipastikan akan cair H-10 Lebaran.

Airlangga mengatakan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah merampungkan payung hukumnya bagi THR pekerja negara tersebut. "Kemudian untuk ASN dan prajurit TNI-Polri, ini juga difinalisasi oleh Ibu Menkeu dan dibayarkan H-10," kata Airlangga dalam keterangan pers usai rapat terbatas di kantor presiden, Senin (19/4) sore.

Tahun 2020 lalu tidak seluruh ASN mendapat THR karena dampak pandemi. Pemerintah memutuskan bahwa THR hanya diberikan untuk ASN eselon III ke bawah dan pensiunan.

Selain THR, pemerintah menyiapkan jurus lain untuk meningkatkan konsumsi. Yaitu percepatan penyaluran bantuan sosial. Airlangga menyampaikan, bansos dalam bentuk Kartu Sembako periode Mei-Juni akan dicairkan lebih maju di awal Mei nanti. Hal ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

"Kemudian bansos berupa beras sedang dalam pematangan, yakni terkait dengan 10 kg sasaran peserta kartu sembako non-PKH," kata Airlangga.

Terakhir, pemerintah akan mensubsidi ongkos kirim dalam program Harbolnas. Harbolnas ini akan digelar serentak di sejumlah marketplace pada H-10 dan H-5 Hari Raya Idul Fitri. Tak tanggung-tanggung, pemerintah juga menyiapkan Rp 500 miliar untuk subsidi biaya ongkos kirim. Tapi, rencananya bebas ongkir hanya berlaku untuk produk-produk nasional saja.

"Untuk program Harbolnas Ramadhan, dengan ongkos kirim ditanggung pemerintah atau platform digital," kata Airlangga.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Resmi, Segini Harga Tarif PCR Terbaru di Jawa-Bali

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:51 WIB
X