22% Sekolah Sudah Lakukan Tatap Muka

- Senin, 5 April 2021 | 15:51 WIB
[Ilustrasi] Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) kelas VI mengerjakan soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), di Sekolah Dasar (SD) Negeri 062 Ciujung, Jalan Lapangan Supratman, Kota Bandung, Senin (22/4/2019).
[Ilustrasi] Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) kelas VI mengerjakan soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), di Sekolah Dasar (SD) Negeri 062 Ciujung, Jalan Lapangan Supratman, Kota Bandung, Senin (22/4/2019).

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), 22% sekolah sudah melakukan pembelajaran sekolah tatap muka (PTM).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri mengatakan berbagai sekolah telah menunjukkan praktik baik kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Salah satu sekolah yang sudah melakukan PTM adalah SDN 03 Pontianak Selatan. Persiapan yang dilakukan antara lain adalah membentuk tim satgas Covid-19, mempersiapkan prosedur operasional standar (POS) PTM terbatas dan melakukan pemenuhan daftar periksa.

Agar PTM terbatas berlangsung secara aman, SD Negeri 03 Pontianak Selatan melakukan beberapa langkah untuk memastikan kelancaran. Langkah-langkah yang diambil di antaranya mengimbau setiap guru untuk melakukan rapid test secara berkala. Sekolah juga mendata dan memastikan bahwa siswa dan guru yang sakit atau merasa tidak enak badan untuk tidak sekolah.

 Dalam hal pembagian rombongan belajar, SDN 03 Pontianak Selatan menerapkan anjuran pemerintah yaitu maksimal 50 persen kapasitas per kelas. Sehingga, dalam satu rombongan belajar terdapat dua kelompok belajar.

Masing-masing rombongan belajar melakukan PTM terbatas sebanyak dua kali dalam satu minggu. "Siswa dengan nomor absen 1-16 masuk di hari Senin dan Rabu, siswa dengan nomor absen 17-32 masuk di hari Selasa dan Kamis," kata Jumeri, Senin (5/4).

Sekolah lain yang telah membagikan praktik baik dalam PTM terbatas adalah SMA Negeri 9 Bengkulu Selatan. Dalam melaksanakan PTM terbatas, salah satu guru SMAN 9 Bengkulu Selatan, Meydia Afrina mengatakan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan juga wali siswa atau orang tua siswa.

Koordinasi dilakukan untuk proses sosialisasi dengan dua tujuan, yakni mendengarkan pendapat orang tua ketika sekolah akan dibuka kembali. Kemudian yang kedua adalah memastikan orang tua untuk menyiapkan anak mereka dengan protokol kesehatan yang ketat ketika kembali ke sekolah.

Persiapan yang dilakukan SMA Negeri 9 Bengkulu Selatan sebelum memulai PTM terbatas antara lain mempersiapkan kurikulum yang digunakan dalam kondisi khusus, melakukan pengadaan alat protokol kesehatan, mempersiapkan ruang belajar sesuai dengan petunjuk SKB Empat Menteri, mempersiapkan sarana fisik sekolah seperti sanitasi dan kebersihan sekolah dan melaporkan kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Akhirnya, Toilet SPBU Gratis!

Sabtu, 27 November 2021 | 12:30 WIB

20 Link Twibbon Hari Menanam Pohon Indonesia 2021

Jumat, 26 November 2021 | 20:08 WIB

Resmi, PPKM Level 3 Diterapkan di Semua Daerah

Rabu, 24 November 2021 | 20:28 WIB
X